Jawa Pos Radar Madiun – Babak pertama pertandingan antara Semen Padang dan Dewa United Banten FC berakhir tanpa gol.
Meski sempat menggetarkan jala lawan melalui sundulan Bruno Gomes di menit ke-40, gol tersebut dianulir wasit setelah VAR menyatakan offside.
Laga yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/8), merupakan pekan kedua BRI Super League 2025.
Semen Padang tampil disiplin dengan strategi bertahan yang efektif, memaksa Dewa United kesulitan menciptakan peluang bersih di lini depan.
Serangan balik cepat menjadi senjata andalan Laskar Kabau Sirah.
Terbukti pada menit ke-40, Bruno Gomes berhasil menyundul bola masuk ke gawang Dewa United setelah memanfaatkan crossing dari sisi kanan.
Namun, VAR membatalkan gol karena Gomes terperangkap offside.
Keputusan tersebut langsung mengubah euforia publik tuan rumah menjadi kecewa.
Meski Dewa United mendominasi serangan, Semen Padang lebih efektif dalam eksekusi.
Penguasaan bola hanya terpaut tipis, 51 persen untuk Semen Padang dan 49 persen untuk Dewa United.
Dari segi serangan, tuan rumah mencatat dua tembakan tepat sasaran.
Sementara Dewa United hanya mampu melepaskan satu tembakan, itu pun melenceng dari target.
Strategi lima hingga enam pemain bertahan yang diterapkan pelatih Semen Padang sukses membuat frustasi lini serang Dewa United.
Bahkan, para pemain sayap Dewa terlihat kesulitan menembus pertahanan padat tuan rumah.
Jan Olde Reikerink, pelatih Dewa United, harus segera mencari solusi untuk babak kedua.
Selain meningkatkan efektivitas lini depan, pertahanan mereka juga harus waspada terhadap serangan balik cepat yang berulang kali mengancam.
Jika tidak ada perubahan signifikan, Dewa United bisa saja menjadi korban permainan taktis Semen Padang yang semakin percaya diri di hadapan publik sendiri.
Pertandingan babak kedua akan menjadi penentu apakah Semen Padang mampu mencuri poin penuh atau Dewa United bangkit dan membalikkan keadaan. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani