Jawa Pos Radar Madiun – Drama transfer panas terjadi di London Utara. Arsenal secara mengejutkan berhasil menyalip Tottenham Hotspur dalam perburuan tanda tangan Eberechi Eze.
Gelandang serang andalan Crystal Palace itu hampir pasti merapat ke Emirates Stadium dengan mahar mencapai 60 juta pounds.
Tottenham sebenarnya sudah di ambang kesepakatan. Semua detail nyaris rampung, bahkan pemain berusia 27 tahun itu disebut sudah condong bergabung.
Namun, Arsenal bergerak cepat begitu mendapati Kai Havertz mengalami cedera lutut yang berpotensi membuat lini depan Mikel Arteta pincang.
Alih-alih mencari opsi pinjaman jangka pendek, The Gunners langsung mengajukan tawaran besar yang tak mampu ditolak Palace.
Langkah ini bukan hanya menyelamatkan kedalaman skuad, tetapi juga memberi pukulan telak bagi rival sekota mereka.
Musim ini, Arsenal tak ingin mengulang kegagalan musim lalu ketika kehilangan momentum karena krisis penyerang murni.
Kedatangan Eze melengkapi proyek besar Arteta, setelah sebelumnya mereka mendatangkan Noni Madueke, Martin Zubimendi, dan Viktor Gyokeres.
Bagi Arsenal, Eze bukan sekadar kejutan mahal di bursa transfer.
Ia adalah produk akademi mereka yang sempat dilepas saat berusia 13 tahun, lalu meniti jalan terjal bersama Fulham, Reading, Millwall, QPR, hingga akhirnya bersinar di Crystal Palace.
Kini, ia kembali ke klub masa kecilnya dengan status bintang besar dan torehan 14 gol Premier League musim lalu, termasuk gol penentu kemenangan di final Piala FA melawan Manchester City.
Tottenham yang sebelumnya sempat menawarkan paket uang plus Richarlison harus gigit jari.
Chairman Daniel Levy dan pelatih Thomas Frank kini dipaksa menelan kekecewaan, terlebih setelah target lain Morgan Gibbs-White juga gagal didatangkan.
Arsenal jelas tak hanya puas dengan rivalitas lokal.
Perekrutan Eze adalah sinyal kuat bahwa mereka siap merebut gelar Liga Inggris musim ini sekaligus melangkah lebih jauh di Liga Champions. (naz)
Editor : Mizan Ahsani