Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Perjalanan Pulang Eberechi Eze ke Emirates: 2011 Terbuang dari Akademi, Menangis Seminggu Penuh

Mizan Ahsani • Kamis, 21 Agustus 2025 | 23:01 WIB
Eberechi Eze jadi andalan Crystal Palace di musim lalu.
Eberechi Eze jadi andalan Crystal Palace di musim lalu.

Jawa Pos Radar Madiun – Eberechi Eze pernah mengira mimpinya bersama Arsenal sudah berakhir.

Pada 2011, saat usianya baru 13 tahun, ia diputuskan tidak lagi masuk rencana akademi klub. Bagi Eze kecil, keputusan itu begitu menyakitkan.

“Saya menangis seminggu penuh,” kenangnya kemudian, mengutip Daily Cannon.

Itulah wajah kejam dunia sepak bola usia dini, di mana bakat teknis sering kalah oleh penilaian fisik dan proyeksi jangka panjang.

Eze bergabung ke akademi Arsenal di usia delapan tahun, di era Arsene Wenger yang dipenuhi talenta muda penuh teknik.

Namun, prediksi pelatih waktu itu menyatakan dirinya tidak cukup bagus.

Setelahnya, jalan Eze tidak mulus. Ia sempat mencoba peruntungan di Fulham, Reading, hingga Millwall, namun tetap kesulitan mendapat tempat.

Kesempatan besar baru datang saat bergabung dengan Queens Park Rangers (QPR). Selama tiga musim, ia mencatat 112 penampilan dengan 20 gol dan 12 assist.

Performa itu membuat Crystal Palace berani membelinya pada 2020 dengan harga £15 juta.

Di Selhurst Park, kariernya berkembang pesat.

Ia tak hanya menjadi motor permainan, tapi juga mendapatkan panggilan tim nasional Inggris.

Puncaknya, ia membawa Palace meraih Piala FA 2025, pencapaian yang membuat namanya sejajar dengan gelandang top Premier League.

Kini, lebih dari satu dekade setelah ditolak, Eze bersiap pulang ke rumah lamanya.

Arsenal berhasil menyalip Tottenham Hotspur yang sebelumnya diyakini sudah di ambang kesepakatan dengan Palace.

The Gunners bergerak cepat, menyamai banderol yang diminta dan langsung mengunci kesepakatan di angka 68 juta pound, atau setara Rp 1,49 triliun.

Bagi Eze, ini bukan sekadar transfer besar. Ini adalah kisah balas dendam manis.

Dari anak kecil yang menangis karena dianggap gagal, menjadi pemain matang yang justru diperebutkan raksasa Premier League.

Arsenal yang dulu menolak dirinya kini mendatangkan kembali sang Gunner sejak kecil. Welcome home, Eze! (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#bursa transfer #Arsenal #tottenham #Eberechi Eze #palace #spurs