Jawa Pos Radar Madiun — Wonderkid Persebaya Surabaya, Toni Firmansyah, menciptakan rekor baru di pekan ke-2 Super League 2025/2026.
Ia dinobatkan sebagai “raja jagal”. Penobatan itu lantaran jumlah tekel yang dilakukan Toni memecahkan rekor awal musim ini.
Wonderkid berusia muda itu tampil menawan saat menjaga lini tengah tim berjuluk Green Force itu.
Tak hanya rajin merebut bola, perannya juga memberikan stabilitas penting dalam transisi bertahan.
Toni sudah mengoleksi delapan tekel sukses dalam dua laga awal yang dilakoninya saat membela Persebaya.
Catatan itu membuatnya unggul satu tekel dari bintang PSM Makassar sekaligus pilar Timnas Indonesia, Yakob Sayuri.
Capaian ini membuat namanya mencuat di daftar statistik liga. Meski baru dua pekan, gaya bermain agresif Toni menjadikannya simbol determinasi tim asal Kota Pahlawan ini.
Penampilan tersebut seolah menjawab kepercayaan pelatih Eduardo Perez yang selalu menurunkannya sebagai starter.
“Kami tahu siapa Toni, dia pemain yang bagus. Dia pemain penting bagi tim, sama seperti pemain (Persebaya) lainnya,” ucap Eduardo Perez seperti dilansir dari jawaPos.com, Kamis 21 Agustus 2025.
"Kami sangat senang untuknya karena dia berhasil menyelesaikan pertandingan (lawan Persita),” lanjutnya.
Toni tercatat sudah bermain selama 148 menit dari total dua pertandingan yang dijalaninya, dengan rata-rata 74 menit per laga.
Meski masih muda, ia menunjukkan mental baja untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.
"Meskipun saya tahu dia tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan 90 menit. Tapi, (kondisi) Toni siap untuk bermain selama 90 menit, dan tentu saja dia adalah salah satu pemain yang kami butuhkan,” sambung pelatih asal Spanyol itu.
Data statistik memperlihatkan ia mencatatkan rata-rata 20 umpan dengan akurasi 70 persen jadi bukti kontribusinya bukan hanya dalam bertahan.
Kemampuan long ball Toni Firmansyah memang masih perlu diasah karena baru 25 persen yang akurat.
Namun, semangat pantang menyerah membuatnya sering menjadi pemain kunci dalam membangun serangan balik.
"Tentu saja, saya telah menonton semua pertandingan di tim nasional. Kami tahu kualitas Toni. Kami tahu bahwa Toni bisa bermain di berbagai posisi,” ungkap Perez.
"Namun tentu saja, dalam gaya permainan kami, kami sangat jelas mengetahui (menempatkan) posisi Toni. Dan kami sudah mulai bekerja dengannya (sejak) melalui video,” tandasnya.
Selain tekel, Toni juga mencatat enam recovery bola per pertandingan. Itu membuktikan dirinya tak hanya andal dalam duel satu lawan satu, tetapi juga cerdas membaca pergerakan lawan.
Menariknya, Toni hanya dilewati lawan rata-rata 0,5 kali per laga. Angka tersebut menunjukkan betapa sulitnya menembus area yang ia jaga.
Ia juga memiliki kontribusi dalam hal clearance yang cukup tinggi. Hal itu menunjukkan jika dirinya bukan sekadar gelandang pengangkut air, melainkan pemain serbabisa.
Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan. Dari total duel yang ia jalani, Toni hanya menang 29 persen, termasuk duel udara yang masih rendah dengan 20 persen kemenangan.
Tingkat agresivitasnya juga tergolong tinggi karena melakukan empat pelanggaran per laga. Bahkan ia sudah mengantongi satu kartu kuning dalam dua pekan awal.
Sorotan publik pun kini tertuju padanya menjelang pekan ke-3. Persebaya Surabaya akan menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu 23 Agustus 2025 mendatang.
Ini akan menjadi laga penentu ujian bagi Toni mempertahankan gelar raja tekel di pentas Super league 2025/2026.
Apalagi lawan yang dihadapi adalah salah satu tim papan atas dengan barisan gelandang berpengalaman. (*)
Editor : Budhi Prasetya