Jawa Pos Radar Madiun - Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, angkat bicara mengenai masa depan striker andalannya, Alexander Isak, yang santer dikaitkan dengan Liverpool.
Menurut Howe, situasi saat ini sangat merugikan klub karena tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan.
“Saya bukan peramal, saya tidak tahu apa yang akan terjadi atas situasi ini,” kata Howe dalam konferensi pers Sabtu (23/8), jelang pertandingan melawan Liverpool.
“Klub harus bertindak demi kepentingan terbaik Newcastle United dan mereka akan melakukannya dalam situasi apa pun,” sambungnya, dikutip dari laman resmi Liga Inggris.
Howe menegaskan bahwa kondisi ini membuat Newcastle serba salah.
“Saya pikir ini situasi yang merugikan bagi kami sampai batas tertentu karena saya rasa kami tidak akan bisa keluar dari situasi ini dengan kemenangan,” lanjutnya.
Isak dilaporkan ingin hengkang dari St James Park pada bursa transfermusim panas ini. Klub yang disebut sebagai pelabuhan barunya adalah Liverpool.
The Reds bahkan kabarnya telah mengajukan tawaran pertama senilai 120 juta poundsterling (sekitar Rp 2,6 triliun).
Namun, Newcastle menolak tawaran tersebut dengan menegaskan bahwa Isak tidak dijual.
Pemain asal Swedia itu sebelumnya memilih diam, tetapi akhirnya buka suara pada Selasa (20/8). Ia menuding ada janji manajemen yang tidak ditepati.
“Ketika janji dilanggar dan kepercayaan hilang, hubungan tidak bisa dilanjutkan,” tulis Isak di akun Instagram resminya.
Howe memastikan bahwa Isak tidak masuk dalam skuad Newcastle untuk laga melawan Liverpool di St James Park pada Selasa (26/8) dini hari WIB.
Baca Juga: Hasil West Ham cs Chelsea Tadi Malam: Pesta Gol, The Blues Puncaki Klasemen Liga Inggris
Meski begitu, Howe tetap membuka pintu jika sang striker kembali.
“Tentu saja (saya ingin dia kembali ke skuad Newcastle), dia terikat kontrak dengan kami dan dia adalah pemain kami,” tegas Howe.
“Harapan saya adalah dia akan bermain bersama kami dan 100 persen saya ingin melihatnya kembali mengenakan seragam Newcastle,” imbuhnya.
Sejak bergabung pada musim 2022/2023, Isak tampil impresif dengan catatan 69 gol dan 11 assist.
Musim lalu menjadi musim terbaiknya dengan torehan 23 gol Liga Inggris.
Bahkan statistiknya hanya kalah dari bintang Liverpool, Mohamed Salah, yang menjadi top skor dengan 29 gol.
Selain drama transfer Isak, Newcastle menghadapi rekor buruk ketika bersua Liverpool.
The Magpies tidak pernah menang dalam 10 tahun terakhir di Liga Inggris.
Kemenangan terakhir mereka terjadi pada Desember 2015, saat mengalahkan The Reds 2-0 melalui gol bunuh diri Martin Skrtel dan sepakan Georginio Wijnaldum.
Howe berharap dukungan publik St James Park bisa mengangkat semangat tim.
“Pertandingan kandang pertama selalu seru. Di bawah sorotan lampu, pertandingan malam selalu sangat istimewa bagi kami,” jelas Howe.
“Saya yakin ini akan menjadi penampilan yang penuh semangat dari para pendukung tuan rumah. Kami perlu memanfaatkannya, tetapi tidak boleh gegabah,” tutupnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani