Jawa Pos Radar Madiun – Di kaki bukit San Luca, berdiri sebuah stadion yang menjadi saksi perjalanan panjang sepak bola Italia.
Stadio Renato Dall Ara, markas Bologna FC 1909, adalah tempat di mana arsitektur monumental, sejarah politik, dan semangat tifosi bercampur menjadi satu atmosfer yang tak tertandingi.
Dibuka pada 1927, stadion ini awalnya bernama Stadio Littoriale, simbol rezim fasis yang kala itu berkuasa.
Desainnya mencerminkan gaya monumental khas era tersebut, dengan bentuk elips dan lintasan atletik mengelilingi lapangan.
Pada 1983, stadion kemudian berganti nama menjadi Renato Dall’Ara, menghormati presiden legendaris Bologna yang membawa klub meraih lima gelar Serie A.
Menara Bata Parade Politik
Salah satu sisi unik stadion ini adalah Torre di Maratona, menara bata setinggi hampir 42 meter yang menjulang di tribun barat.
Menara ini awalnya digunakan sebagai podium resmi untuk parade politik, tetapi kini menjadi ikon visual stadion.
Dari menara tersebut, panorama kota Bologna dan bukit San Luca tampak indah, menjadikan stadion ini salah satu yang paling fotogenik di Italia dan mencerminkan Beauty of Serie A.
Atmosfer Fans dengan Sentuhan Klasik
Dengan kapasitas sekitar 31 ribu kursi, Dall’Ara memiliki atmosfer yang intim meski ukurannya besar.
Tribun dekat dengan lapangan membuat sorakan tifosi terasa menggetarkan.
Curva Bulgarelli, dinamai dari Giacomo Bulgarelli—legenda Bologna, menjadi pusat nyanyian dan koreografi setiap laga kandang. Di sinilah emosi klub dan kota melebur.
Panggung Laga Besar Dunia
Dall’Ara bukan hanya kebanggaan Bologna, tetapi juga panggung internasional. Stadion ini pernah menjadi venue Piala Dunia 1934 dan 1990, Olimpiade 1960, hingga pertandingan-pertandingan Timnas Italia.
Momen paling dikenang adalah laga legendaris Piala Dunia 1990 ketika Inggris bertemu Belgia, dengan gol dramatis David Platt di menit ke-119. (cor)
Editor : Andi Chorniawan