Jawa Pos Radar Madiun – Juventus menutup bursa transfer musim panas dengan langkah yang cukup mengejutkan.
Alih-alih memaksa mendatangkan Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain, General Manager Damien Comolli memilih merekrut Lois Openda dari RB Leipzig dan Edon Zhegrova dari Lille.
Keputusan tersebut diyakini bukan sekadar kompromi teknis, melainkan hasil perhitungan cermat dari sisi finansial dan strategi skuad.
1. Biaya Kolo Muani Terlalu Tinggi untuk Neraca Juventus
Menurut laporan keuangan internal, transfer Kolo Muani bisa membebani Juventus hingga €28 juta per tahun.
Angka itu terdiri dari €12 juta amortisasi transfer ditambah €16 juta gaji tahunan.
Sebagai klub yang tengah berupaya menjaga stabilitas anggaran pasca kasus keuangan beberapa musim lalu, Juventus menilai opsi ini terlalu berisiko.
Meski pelatih Igor Tudor terang-terangan menginginkan Kolo Muani, Comolli tetap berpegang pada prinsip efisiensi.
2. Openda dan Zhegrova yang Lebih Efisien dan Fleksibel
Sebagai alternatif, Juventus mendatangkan Lois Openda dengan biaya total sekitar €17 juta per tahun, termasuk gaji dan amortisasi peminjaman yang berpotensi dipermanenkan.
Striker Belgia berusia 24 tahun ini punya catatan 41 gol dan 18 assist bersama RB Leipzig dalam dua musim terakhir.
Di sisi lain, Edon Zhegrova ditebus dari Lille dengan biaya sekitar €8 juta per tahun. Winger kanan asal Kosovo ini dikenal eksplosif dengan kontribusi 26 gol dan 18 assist dari 107 laga di Ligue 1.
Jika digabungkan, total beban keduanya sekitar €25 juta per tahun, lebih rendah dibanding angka tunggal Kolo Muani.
Dari segi produktivitas dan variasi serangan, Juventus justru mendapat dua pemain berbeda karakter dengan biaya lebih hemat.
3. Pertimbangan Teknis: Kedalaman Lini Depan
Comolli juga mempertimbangkan kondisi skuad. Juventus musim ini masih memiliki Dusan Vlahovic yang bertahan meski santer dikabarkan hengkang, serta Jonathan David yang lebih dulu didatangkan.
Dalam konteks ini, Openda bukan hanya opsi utama, tapi juga bisa menjadi pelapis ideal bagi striker muda Kenan Yildiz.
Sementara Zhegrova menambah warna di sisi sayap, memberi Juventus dimensi serangan yang lebih variatif.
Dengan komposisi ini, Juventus tidak lagi bergantung pada satu penyerang. Tudor bisa meramu kombinasi lini depan dengan fleksibilitas tinggi.
Dari formasi dua striker, trio menyerang, hingga rotasi untuk menghadapi jadwal padat di Serie A dan Eropa. (cor)
Editor : Andi Chorniawan