Jawa Pos Radar Madiun – Kedatangan Eliano Reijnders ke Persib Bandung menarik perhatian publik.
Bukan hanya karena statusnya sebagai adik kandung bintang Manchester City Tijjani Reijnders, tapi juga karena latar belakang karier dan pendapatan yang mengejutkan.
Gelandang 24 tahun itu resmi diperkenalkan sebagai bagian dari skuad Maung Bandung untuk menghadapi Liga 1 dan AFC Champions League II.
Ia didatangkan dari PEC Zwolle dengan kontrak dua tahun.
Namun siapa sangka, gaji Eliano di klub lamanya ternyata lebih kecil dari mayoritas pemain Timnas Indonesia yang bermain di liga lokal.
Data yang dikutip dari akun Instagram @transferliga1 menunjukkan bahwa Eliano hanya menerima gaji sekitar €42.000 per tahun, atau sekitar Rp925 juta setahun.
Jika dihitung per bulan, angkanya tak sampai Rp80 juta.
Nominal ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan pemain Timnas seperti Pratama Arhan, Jordi Amat, atau Marc Klok, yang bisa mengantongi miliaran rupiah per musim di Liga Indonesia.
Walau nilai gaji tak besar, market value Eliano di situs Transfermarkt mencapai Rp10,43 miliar, menandakan bahwa ia adalah pemain dengan potensi dan nilai pasar tinggi.
Meskipun Persib belum mengumumkan nilai kontraknya secara resmi, banyak yang meyakini bahwa Eliano mendapatkan kenaikan gaji signifikan.
Selain bayaran pokok, klub juga kemungkinan memberikan fasilitas akomodasi, kendaraan, dan bonus performa, seperti umumnya kontrak pemain asing atau bintang di Liga 1.
Baca Juga: LAFC Umumkan Pemanggilan Adrian Wibowo ke Timnas Indonesia: Main di FIFA Matchday September?
Yang lebih penting, Eliano juga mendapatkan jaminan menit bermain reguler, yang tak ia dapatkan di Zwolle. Di klub lamanya, ia lebih banyak menjadi pelapis dan kesulitan menembus tim inti.
Keputusan Eliano pindah ke Indonesia juga bisa memperbesar kesempatan memperkuat Timnas Garuda, terutama di bawah pelatih Patrick Kluivert.
Selama ini, pemain keturunan yang berbasis di Eropa sering terhambat oleh jarak dan ketersediaan jadwal FIFA Matchday.
Dengan bermain di Liga 1, Eliano bisa lebih mudah dipantau dan dipanggil Timnas tanpa hambatan jarak.
Langkah ini pun dianggap strategis, baik untuk klub maupun untuk masa depan Eliano di kancah internasional.
Eliano lahir di Belanda pada 23 Oktober 1999 dan besar dalam keluarga sepak bola.
Ia mengawali karier di akademi AZ Alkmaar, lalu berkarier di PEC Zwolle hingga menembus lebih dari 100 penampilan di Eredivisie.
Posisi utamanya adalah gelandang tengah, namun ia juga piawai bermain di sisi kiri dan kanan, membuatnya menjadi pemain serbabisa yang cocok untuk rotasi tim.
Dengan pengalaman di Belanda dan fleksibilitas bermain, Eliano diyakini akan memperkaya lini tengah Persib dalam menghadapi jadwal padat Liga 1 dan AFC.
Musim ini, Persib Bandung menargetkan tiga gelar beruntun di Liga 1 dan hasil maksimal di pentas Asia.
Masuknya Eliano Reijnders menjadi salah satu bagian dari strategi jangka panjang klub untuk tetap kompetitif dan memberi warna Eropa dalam gaya bermain.
Editor : Ockta Prana Lagawira