Jawa Pos Radar Madiun - Juventus tidak hanya dikenal sebagai klub tersukses di Italia, tetapi juga sebagai pionir dalam mengelola stadion milik sendiri.
Sejak Allianz Stadium diresmikan pada 2011, arena modern ini telah berubah menjadi sumber pendapatan utama sekaligus markas yang sulit ditaklukkan lawan.
Sejak pertama kali digunakan, Allianz Stadium telah menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi Bianconeri.
Allianz Stadium, Markas Paling Angker di Serie A
Keuntungan finansial bukan satu-satunya nilai yang ditawarkan Allianz Stadium. Dari sisi performa, stadion berkapasitas lebih dari 40 ribu penonton ini terbukti menjadi benteng kokoh Juventus di Serie A.
Dari 267 pertandingan liga domestik, Juventus meraih 203 kemenangan, 46 hasil imbang, dan hanya 18 kali kalah.
Dominasi tersebut membuat tim tamu kerap ciut nyali saat bertandang ke Turin.
Musim-musim emas juga tercatat, seperti 2011/12, 2013/14, dan 2016/17, di mana Si Nyonya Tua tidak sekalipun tersentuh kekalahan di kandang.
Rekor Kemenangan Beruntun yang Fenomenal
Puncak keangkeran Allianz Stadium tercipta antara Oktober 2015 hingga April 2017, saat Juventus mencatat 33 kemenangan beruntun di kandang.
Catatan ini menjadi salah satu rekor kandang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
Rekor tersebut bukan hanya memperlihatkan dominasi domestik, tetapi juga menegaskan peran Allianz Stadium sebagai faktor kunci kejayaan Juventus.
Stadion ini benar-benar menjadi fondasi kesuksesan klub, baik di bidang finansial maupun prestasi olahraga.
Pendapatan Fantastis dari Allianz Stadium
Total pemasukan yang diraih mencapai sekitar €800 juta atau setara Rp 15 triliun hingga September 2025.
Bila digunakan untuk belanja pemain, Juventus bisa membeli 6 Alexander Isak, yang harganya €125 juta saat Liverpool membelinya dari Newcaste United.
Angka itu menegaskan keputusan Si Nyonya Tua membangun stadion pribadi sebagai langkah bisnis yang visioner.
Tidak puas dengan capaian tersebut, manajemen Juventus kini menargetkan pendapatan tahunan mencapai €100 juta.
Strategi yang ditempuh adalah memaksimalkan penggunaan stadion untuk acara non-sepak bola, seperti konser, tur, hingga event komersial berskala internasional.
Keunggulan infrastruktur stadion ini juga sudah diakui UEFA. Allianz Stadium menjadi satu-satunya stadion Italia dari daftar kandidat Euro 2032 yang sepenuhnya lolos verifikasi standar. (cor)
Editor : Andi Chorniawan