Jawa Pos Radar Madiun - Nama Jadon Sancho sempat menghiasi rumor transfer Juventus sepanjang musim panas 2025/2026.
Winger Manchester United itu disebut hampir pasti merapat ke Turin sebagai tambahan amunisi di lini serang. Namun, kenyataannya, kepindahan itu batal terwujud.
Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa agen Sancho memimpin langsung negosiasi tanpa perantara.
Juventus sempat membuka komunikasi dengan Manchester United, tetapi setelah proses evaluasi internal, Bianconeri memilih mundur dari pembicaraan.
Manajemen Pertimbangkan Indisipliner Sancho
Menurut laporan, General Manager Juventus Damien Comolli menjadi sosok kunci di balik keputusan ini.
Manajemen tidak hanya menilai dari sisi finansial, tetapi juga mempertimbangkan faktor non-teknis.
Sancho disebut memiliki riwayat indisipliner selama membela Manchester United, termasuk ketegangan dengan manajer dan keterlambatan kembali dari liburan.
Hal ini membuat Juventus khawatir risiko masalah serupa akan muncul jika sang winger bergabung.
Comolli menilai proyek jangka panjang Igor Tudor membutuhkan pemain dengan etos kerja tinggi dan komitmen penuh.
Oleh karena itu, transfer Sancho dianggap terlalu berisiko untuk keseimbangan skuad.
Fokus Juventus pada Kualitas dan Karakter
Keputusan mundur dari kesepakatan Sancho menjadi sinyal bahwa Juventus kini lebih selektif.
Si Nyonya Tua tidak hanya mencari pemain berbakat, tetapi juga menuntut profesionalisme.
Meski sempat menjadi target utama, Sancho akhirnya memutuskan bertahan di Inggris untuk mencari suasana baru dan memperjuangkan tempatnya kembali. (cor)
Editor : Andi Chorniawan