Jawa Pos Radar Madiun - Legenda Juventus Claudio Marchisio memuji mental Bianconeri usai bermain imbang dramatis 4-4 melawan Borussia Dortmund di Liga Champions.
Menurutnya, kebangkitan dari ketertinggalan 2-4 di masa injury time menunjukkan karakter kuat Juventus.
“Jika Anda bukan kelompok yang solid secara mental, Anda tidak pulih dalam pertandingan seperti ini, terutama di Liga Champions. Keputusan wasit juga tidak membantu Juventus melawan Borussia Dortmund,” ujar Marchisio kepada La Gazzetta dello Sport.
Marchisio menilai serangan Juventus musim ini semakin tajam.
“Sudah menjadi DNA klub untuk tidak kebobolan, tetapi mencetak banyak gol berarti memiliki kualitas tinggi di lini depan. Klub sudah berinvestasi di lini serang dengan David, Openda, dan Zhegrova,” tambahnya.
Kenan Yildiz Dianggap "Lamine Yamal" versi Juventus
Marchisio juga memberikan pujian kepada talenta muda Kenan Yildiz.
“Kenan melambangkan semua nilai Juventus. Tidak mudah menemukan pemain muda yang berbakat, rendah hati, dan ingin tetap di klub. Dia layak mendapatkan perpanjangan kontrak dan imbalan finansial,” ucapnya.
Bremer bahkan membandingkan pengaruh Yildiz dengan Lamine Yamal di Barcelona. Marchisio mengaku yakin Yildiz akan menjadi pilar Juventus di masa depan.
Vlahovic Disebut Striker Nomor 9 Sejati
Marchisio turut mengomentari performa Dusan Vlahovic yang sempat dikaitkan dengan kepindahan pada musim panas lalu.
“Anda bisa mencintai atau membencinya, tapi dia selalu mencetak gol. Lihat saja rasio gol per menitnya. Jika dia tetap tenang, dia akan mencetak gol setiap minggu,” kata Marchisio.
Ketika diminta memilih striker favorit dari Vlahovic, David, dan Openda, Marchisio tanpa ragu menunjuk Vlahovic sebagai penyerang tengah murni.
“Dari ketiganya, Dusan adalah nomor 9 sejati. Musim lalu dia menanggung beban serangan sendirian, sekarang bebannya terbagi,” jelasnya.
Marchisio meyakini dengan komposisi tiga striker yang dimiliki Igor Tudor, Juventus memiliki peluang besar untuk bersaing merebut gelar musim ini.
Editor : Ockta Prana Lagawira