VERONA, Jawa Pos Radar Madiun – Tren kemenangan Juventus di Serie A terhenti setelah ditahan imbang 1-1 oleh Hellas Verona pada pekan keempat Liga Italia di Stadion Marcantonio Bentegodi, Sabtu waktu setempat.
Juventus sempat unggul lebih dulu lewat gol Francisco Conceicao pada menit ke-19 setelah menerima umpan Khephren Thuram.
Namun, Hellas Verona menyamakan kedudukan melalui penalti Gift Orban di menit ke-44 usai Joao Mario dianggap melakukan handball di kotak terlarang.
Statistik dan Peluang
Meski menguasai bola hingga 73 persen, Juventus kesulitan menciptakan peluang bersih.
Hellas Verona justru lebih agresif dengan 14 percobaan tembakan. Dusan Vlahovic hampir membawa Juventus unggul di babak kedua, namun tembakannya digagalkan kiper Lorenzo Montipo.
Tuan rumah sempat mencetak gol lewat Suat Serdar, tetapi dianulir setelah tinjauan VAR karena offside. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tetap bertahan.
Tudor Kritik Wasit
Pelatih Juventus Igor Tudor meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit Antonio Rapuano.
“Hukuman yang diberikan sungguh memalukan. Kalau seseorang tidak melihat bola, apa yang bisa ia lakukan?” ujar Tudor kepada DAZN.
Ia juga mempersoalkan insiden sikutan Gift Orban terhadap Federico Gatti yang tidak berbuah kartu merah.
“Jika itu bukan kartu merah, saya tidak tahu untuk apa kartu merah diberikan. Dengan VAR hari ini, keputusan seperti itu benar-benar memalukan,” tegasnya.
Evaluasi Performa Tim
Tudor mengakui timnya kehabisan energi setelah jadwal padat menghadapi Inter dan Borussia Dortmund.
“Kami sudah mengerahkan seluruh kemampuan dalam tiga pertandingan ini sehingga energi kami terkuras. Para pemain memberi segalanya, Anda tidak bisa menang setiap laga. Kami akan menganalisis semuanya,” katanya.
Pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti pemain pengganti yang belum mampu memberi dampak besar, termasuk Zhegrova yang masih mencari performa terbaik.
Hasil imbang ini membuat Juventus tetap memimpin klasemen sementara dengan 10 poin dari empat pertandingan, unggul tipis dari para pesaingnya.
Editor : Ockta Prana Lagawira