Jawa Pos Radar Madiun – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya buka suara soal tudingan yang menyeret namanya dalam kasus sanksi FIFA terhadap Timnas Malaysia.
Erick menegaskan bahwa Indonesia sama sekali tidak ikut campur urusan sepak bola negara lain.
Dalam beberapa hari terakhir, beredar kabar bahwa Erick disebut-sebut melaporkan dugaan kecurangan dokumen naturalisasi pemain Malaysia ke FIFA.
Isu itu berkembang setelah Komite Disiplin FIFA resmi menjatuhkan hukuman berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain keturunan.
“Kami tak bisa intervensi, tak ikut campur isu-isu negara lain. Baik dari Kemenpora maupun saya pribadi, tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” kata Erick Thohir.
Seperti diketahui, FIFA mendenda FAM sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3 miliar.
Selain itu, tujuh pemain naturalisasi Malaysia, antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, dihukum larangan tampil di semua kompetisi selama 12 bulan.
FIFA menilai FAM terbukti menggunakan dokumen rekayasa untuk meloloskan status pemain tersebut.
Fakta ini mencuat setelah ketujuhnya tampil dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada 10 Juni lalu.
Erick menegaskan kembali bahwa Indonesia fokus membenahi sepak bolanya sendiri dan tidak akan mencampuri urusan negara lain.
“Kita harus saling menghargai, apalagi sesama negara Asia Tenggara,” tegasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani