Jawa Pos Radar Madiun – Petenis peringkat satu dunia Aryna Sabalenka siap kembali beraksi di Wuhan Open 2025 setelah beristirahat di Yunani usai meraih gelar US Open keduanya secara beruntun.
Sabalenka sempat absen di turnamen China Open (Beijing) karena cedera ringan pasca final US Open.
Namun kini, juara bertahan tiga kali Wuhan Open itu memastikan kondisinya sudah pulih dan siap menambah daftar prestasi luar biasa di ajang tersebut.
“Saya merasa baik. Kami memutuskan untuk memberi waktu tambahan untuk pemulihan dan persiapan. Secara fisik, saya siap bertanding,” ujar Sabalenka dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi WTA, Selasa (7/10).
Dominasi di Wuhan, Catatan 17 Kemenangan Beruntun
Sabalenka tercatat sebagai penguasa sejati Wuhan Open. Ia memenangi turnamen ini pada 2018, 2019, dan 2024.
Pencapaian itu menjadikannya petenis paling dominan di kota yang berada di tepi Sungai Yangtze tersebut.
Dalam dua edisi terakhir, Sabalenka sukses menyingkirkan lawan-lawan tangguh seperti Coco Gauff dan Zheng Qinwen, yang kemudian menjadi finalis WTA Finals Riyadh.
Catatan impresif 17 kemenangan beruntun di Wuhan menjadikannya satu-satunya petenis dengan dominasi seperti Serena Williams, yang pernah mencatat 21 kemenangan beruntun di Roma (2012–2019).
Incar Sejarah Keempat di WTA
Jika berhasil juara lagi tahun ini, Sabalenka akan bergabung dengan tiga legenda yang pernah mencatat empat gelar beruntun di satu turnamen WTA.
Mereka di antaranya Monica Seles (Canadian Open 1995–1998), Venus Williams (New Haven 1999–2002), dan Caroline Wozniacki (New Haven 2008–2011).
“Apakah saya yakin bisa menang untuk keempat kalinya? Saya tidak tahu pasti, tapi saya akan melakukan yang terbaik. Semoga saya bisa meraih gelar indah ini lagi,” ujarnya penuh semangat.
Selain mengejar sejarah di Wuhan, Sabalenka juga akan mencatat 52 pekan beruntun sebagai petenis peringkat satu dunia di akhir bulan ini.
Tahun 2025 menjadi musim terbaiknya. Ia mencatat 56 kemenangan sepanjang musim, 4 gelar WTA (termasuk US Open), dan 3 final Grand Slam serta 4 semifinal major.
Dengan keunggulan 2.500 poin atas Iga Swiatek di peringkat dunia dan 1.500 poin dalam Race to WTA Finals Riyadh, posisi Sabalenka di puncak tampak nyaris mustahil tergeser.
Bila mampu mempertahankan performa seperti ini di Wuhan, Sabalenka bukan hanya mempertahankan gelar, tapi juga mengukir sejarah baru dalam dunia tenis putri modern. (naz)
Editor : Mizan Ahsani