Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Indonesia vs Irak: Garuda Sudah Terlalu Jauh untuk Berhenti, Wajib Menang Demi Asa ke Piala Dunia 2026

Mizan Ahsani • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:40 WIB
Para pemain Timnas Indonesia senior.
Para pemain Timnas Indonesia senior.

Jawa Pos Radar Madiun - Kesempatan memang akan selalu datang, tapi perjalanan panjang Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 terlalu berharga untuk berhenti tanpa hasil gemilang.

Setelah menempuh jalur terpanjang dari babak pertama, skuad Garuda kini menatap partai hidup-mati melawan Irak dengan tekad mutlak meraih kemenangan.

Garuda menjadi satu-satunya tim di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang memulai perjuangan sejak babak pertama.

Dari tim berperingkat FIFA paling rendah di putaran ketiga, Rizky Ridho dan kawan-kawan membuktikan diri mampu bersaing dengan raksasa Asia seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi.

Baca Juga: Jadwal Final Four Livoli Divisi Utama 2025 Hari Ini: LavAni Hadapi Tirta Bhagasasi, Bank Jatim Tantang Rajawali

Timnas Bukan Lagi Underdog

Perjalanan panjang itu membuat Indonesia kini disegani. Walau dipaksa menyerah 2–3 oleh Arab Saudi pekan lalu, permainan Garuda dinilai sejajar dengan tim-tim elite Asia.

Pelatih Patrick Kluivert menyadari, kekalahan itu harus menjadi bahan bakar untuk bangkit melawan Irak.

Menariknya, Irak juga bukan tim tanpa cela. Mereka pernah ditaklukkan oleh Bahrain dan Arab Saudi di ajang Piala Teluk akhir 2024.

Fakta itu menunjukkan peluang Indonesia masih terbuka lebar.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia Kapan dan Tayang di Mana?

Peluang Pakai Formasi Tiga Bek Tengah

Kluivert diyakini kembali ke formasi tiga bek tengah yang sebelumnya ampuh saat Indonesia menumbangkan Bahrain dan China di putaran ketiga, serta Arab Saudi di Jakarta pada 2024.

Formasi ini membuat Garuda tampil lebih solid, agresif, dan efektif dalam transisi cepat.

Kehadiran pemain berkualitas seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk, Indonesia jelas bukan tim yang sama seperti ketika dua kali dikalahkan Irak di putaran kedua.

Paes tampil impresif di bawah mistar, Jay Idzes jadi pilar utama Sassuolo di Serie A, dan kombinasi lini belakang diaspora membuat Indonesia memiliki struktur pertahanan yang solid.

Misi Wajib Menang

Kluivert kini dihadapkan pada tugas besar, mengelola komposisi pemain diaspora dan lokal menjadi kekuatan yang utuh.

Ia juga harus memperbaiki kesalahan taktik dari laga kontra Arab Saudi.

“Kekalahan itu pelajaran. Sekarang waktunya bangkit,” tegas pelatih asal Belanda itu usai pertandingan sebelumnya.

Skenarionya jelas. Indonesia wajib menang untuk menjaga peluang lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026.

Hasil seri bisa tetap membuka peluang, dengan syarat Arab Saudi menang atas Irak dengan margin besar.

Jika lolos otomatis, Garuda akan mencatat sejarah sebagai tim Asia Tenggara pertama yang menembus putaran final Piala Dunia.

Namun jika finis runner-up, Indonesia masih berpeluang melalui jalur playoff antarbenua menghadapi tim-tim dari Afrika, Amerika Selatan, dan Oseania.

Perjuangan panjang, pengorbanan besar, hingga pemanggilan pemain keturunan dari liga top Eropa telah mengantarkan Garuda sejauh ini. Kini saatnya memetik hasil.

Kemenangan atas Irak bukan sekadar tiga poin, tapi simbol dari kemajuan sepak bola di republik ini. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #irak #jadwal #Kualifikasi Piala Dunia 2026 #prediksi