Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

4 Alasan Jonathan David Seret Gol di Juventus, Salah Satunya Taktik yang Belum Klik

Andi Chorniawan • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:05 WIB

 

Jonathan David belum tampil maksimal di Juventus.
Jonathan David belum tampil maksimal di Juventus.

Jawa Pos Radar Madiun – Kedatangan Jonathan David sempat membangkitkan harapan besar di kalangan fans Juventus.

Striker asal Kanada itu datang dengan status bebas transfer dari Lille dan reputasi sebagai salah satu penyerang paling tajam di Ligue 1 Prancis.

Namun, perjalanan awalnya di Serie A justru berjalan jauh dari ekspektasi.

Gol ke gawang Parma pada laga debutnya di bulan Agustus masih menjadi satu-satunya torehan David hingga kini.

Setelah itu, namanya lebih sering jadi sorotan karena gagal memanfaatkan peluang emas, termasuk dalam laga melawan Villarreal dan AC Milan.

Padahal, ketika masih berseragam Lille, David dikenal klinis di depan gawang. Ia mencetak 19 gol di Ligue 1 musim lalu dan selalu menjadi andalan tim.

Namun di Turin, ketajamannya seperti menguap. Berikut 4 alasan yang membuat striker berusia 24 tahun ini kesulitan menembus pertahanan lawan.

1. Adaptasi Taktik yang Belum Klik

Menurut laporan Gazzetta dello Sport, salah satu penyebab utama penurunan performa David adalah perbedaan sistem permainan.

Saat di Lille, ia terbiasa bermain dalam skema menyerang cepat dengan dukungan dua sayap yang aktif. Kombinasi satu-dua dan link-up play menjadi ciri khasnya.

Di Juventus, gaya itu sulit diterapkan. Tim racikan Igor Tudor masih mencari keseimbangan antara pressing agresif dan transisi cepat.

Akibatnya, David sering terisolasi di lini depan tanpa suplai bola memadai.

2. Minimnya Peluang dan Kreativitas

Secara statistik, Juventus musim ini termasuk tim dengan jumlah tembakan terbatas di Serie A.

Meski punya trio depan Vlahovic, Openda, dan David, Bianconeri kesulitan menciptakan peluang bersih.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, David bahkan lebih banyak bergerak keluar kotak penalti untuk menjemput bola.

Sebuah pergerakan yang justru mengurangi efektivitasnya sebagai predator sejati.

3. Persaingan Internal yang Ketat

Kehadiran Lois Openda dan tetap bertahannya Dusan Vlahovic juga membuat David kehilangan posisi idealnya.

Tudor kerap merotasi penyerang, membuat ritme permainan David sulit terbentuk. “David butuh kontinuitas. Dia penyerang yang hidup dari kepercayaan diri,” tulis Tuttosport dalam laporannya.

4. Tekanan Besar dan Adaptasi Mental

Bermain untuk Juventus bukan sekadar soal teknik. Tekanan publik Turin dan ekspektasi tinggi dari tifosi membuat banyak pemain baru gagal langsung bersinar.

Sumber internal klub menyebutkan bahwa David masih dalam tahap adaptasi, baik secara mental maupun gaya hidup di Italia. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#gol #alasan #Juventus #jonathan david