Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Alasan STY Dipecat Ulsan HD: Disingkirkan Para Pemain Senior yang Tidak Hormat Kepadanya

Mizan Ahsani • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:35 WIB
Shin Tae-yong alias STY, saat memimpin latihan Ulsan HD. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dipecat klubnya.
Shin Tae-yong alias STY, saat memimpin latihan Ulsan HD. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dipecat klubnya.

Jawa Pos Radar Madiun – Polemik di tubuh Ulsan HD kembali mencuat setelah pengakuan mengejutkan dari mantan pelatih Shin Tae-yong alias STY.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengungkap kisah di balik pemecatannya yang melibatkan pemain senior dan manajemen klub.

Dalam wawancara dengan media Korea, Shin menyebut bahwa beberapa pemain senior berkomunikasi langsung dengan petinggi klub tanpa sepengetahuannya.

Hal itu berujung pemecatan dirinya oleh manajemen klub.

“Beberapa pemain senior berbicara langsung dengan klub, lalu mereka membuat keputusan. Saya merasa tidak pantas bila pelatih disingkirkan hanya berdasarkan pembicaraan sepihak,” ujar STY.

Baca Juga: Terungkap! Bakteri di Menu MBG Sebabkan 54 Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Keracunan

Dari Juara Bertahan ke Jurang Degradasi

Ulsan HD yang sebelumnya mendominasi K League 1 dengan tiga gelar juara beruntun, kini justru terpuruk.

Hingga Kamis (16/10), mereka terdampar di posisi 10 klasemen sementara dengan 37 poin (9 menang, 10 imbang, 13 kalah).

Posisi ini membuat mereka terancam degradasi.

Jika gagal bangkit dalam enam laga tersisa, Ulsan berpotensi menjalani laga play-off promosi/degradasi melawan klub dari K League 2.

Situasi ini menjadi sejarah kelam: untuk pertama kalinya sejak sistem split diterapkan pada 2012, tim juara bertahan jatuh ke zona degradasi.

Krisis ini bukan hanya soal performa, tetapi juga mencerminkan kekacauan internal klub. Dalam satu musim, Ulsan sudah memecat dua pelatih, yakni Kim Pan-gon dan STY.

Baca Juga: Jadwal Grand Final Livoli Divisi Utama 2025: Petrokimia Gresik Berpeluang Hattrick Juara

“Pemain Tak Sopan, Tak Menyapa”

STY menambahkan bahwa sebagian pemain senior menunjukkan sikap tidak hormat selama masa kepemimpinannya.

“Beberapa pemain bahkan tidak menyapa saya saat bertemu. Seolah mereka menganggap Ulsan adalah milik pribadi mereka,” ujarnya.

Situasi semakin panas ketika Shin sempat menyampaikan rencana “perubahan besar” usai laga Liga Champions Asia melawan Shanghai Shenhua.

Ucapan itu justru disalahartikan dan memicu rapat internal pemain. Salah satu pemain senior kemudian melapor kepada CEO klub dan keesokan harinya STY diberitahu bahwa ia dipecat.

Baca Juga: Kokoh di Pucuk Klasemen BRI Super League, Borneo FC Incar Rekor Kemenangan Ketujuh Beruntun

Ulsan Fokus Bertahan di Kasta Tertinggi

Pihak klub mencoba menepis isu keterlibatan pemain dan menegaskan pemecatan Shin murni karena penurunan performa tim.

“Saat ini prioritas klub adalah bertahan di K League 1. Penjelasan lebih lanjut akan diberikan setelah situasi stabil,” demikian pernyataan resmi klub.

Ulsan HD akan menghadapi Gwangju FC pada 18 Oktober dalam laga krusial. Jika kalah, mereka kian dekat dengan jurang degradasi.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi klub yang pernah disegani di Korea Selatan.

Antara menyelamatkan diri dari degradasi atau menjadi simbol keruntuhan dinasti sepak bola Ulsan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ulsan hyundai #k-league #Ulsan HD #shin tae-yong #pelatih #timnas indonesia #STY #korea