Erick Thohir Bantah Alex Pastoor: Pelatih Belanda Masih di PSSI
Jawa Pos Radar Madiun – Ketua Umum PSSI Erick Thohir membantah klaim Alex Pastoor yang menyebut seluruh pelatih asal Belanda telah meninggalkan federasi.
Erick menegaskan, sejumlah nama masih tetap bertugas di PSSI.
Sebelumnya, PSSI resmi melepas Patrick Kluivert usai gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke ronde kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kekalahan 0–1 dari Irak menjadi akhir perjalanan eks striker Barcelona itu, hanya sepuluh bulan setelah menggantikan Shin Tae-yong.
Selain Kluivert, PSSI juga memutus kerja sama dengan Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, dan Frank van Kempen.
Namun Pastoor mengklaim bahwa Alexander Zwiers (Direktur Teknik), Jordi Cruyff (Technical Advisor), dan Simon Tahamata (Head of Scouting) juga telah hengkang.
Hal itu langsung dibantah oleh Erick.
“Alexander Zwiers masih ada di sini, Jordi Cruyff masih bersama kami. Om Simon (Tahamata) juga masih,” ujar Erick Thohir.
“Hanya strata kepelatihan U-20 dan U-23 yang berakhir karena memang bagian dari perencanaan,” sambungnya, kepada wartawan.
Fokus PSSI: Cari Pelatih Baru, tapi Tidak Buru-Buru
Erick menegaskan, federasi tidak akan menunjuk pelatih interim untuk sementara waktu.
Ia menilai, penunjukan pelatih baru Timnas Indonesia harus dilakukan dengan perencanaan matang, bukan keputusan tergesa-gesa.
“Kita tidak terburu-buru menunjuk kepelatihan. Saat ini kita prioritaskan FIFA Matchday untuk Timnas U-23 Indonesia,” jelas Erick.
Federasi kini fokus mempersiapkan Timnas U-23 di ajang SEA Games 2025 di bawah asuhan Indra Sjafri.
Target Pelatih Baru: Piala Asia 2027 dan Piala Dunia
PSSI menargetkan pelatih baru nanti bisa membawa Indonesia menembus babak 16 besar Piala Asia 2027. Erick menegaskan, kemampuan taktikal saja tidak cukup.
“Kita target 16 besar Asia, bahkan membuka peluang lolos Piala Dunia. Jadi karakter pelatihnya harus kuat dan mampu membangun hubungan baik dengan pemain serta federasi,” tegasnya.
Menurut Erick, pelatih ideal adalah sosok yang tidak hanya mahir dalam strategi, tetapi juga piawai dalam manajemen pemain dan komunikasi tim.
“Tidak ada pelatih yang sempurna. Ada yang kuat di taktik, ada yang unggul di manajemen. Kami ingin pelatih yang seimbang, punya visi besar dan karakter kuat,” tutupnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani