Jawa Pos Radar Madiun – Pelatih sementara Juventus Massimo Brambilla berbagi pandangan setelah membawa timnya meraih kemenangan 3–1 atas Udinese pada laga lanjutan Serie A, Rabu (29/10) dini hari WIB.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Brambilla menekankan bahwa kunci kemenangan bukan sekadar taktik, tetapi pemulihan kepercayaan diri pemain.
“Saya hanya bekerja dengan tim selama dua hari, fokus saya bukan pada sistem atau strategi rumit, tetapi menanamkan kembali rasa percaya diri mereka,” ujar Brambilla.
“Mereka pemain yang solid dan berpengalaman. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Kemenangan ini pantas mereka dapatkan.”
Juventus Bangkit dengan Semangat Baru
Juventus tampil dominan sejak awal pertandingan, meski sempat kehilangan momentum setelah kebobolan di penghujung babak pertama.
Brambilla memuji reaksi para pemainnya yang mampu bangkit di babak kedua.
“Gol yang kami terima sebelum jeda bisa saja membuat kami goyah, tapi para pemain kembali ke lapangan dengan keyakinan dan determinasi tinggi,” katanya.
Menurut Brambilla, hasil positif ini sangat penting setelah periode sulit di ruang ganti.
Dia menyebut para pemain Juventus sempat kehilangan motivasi akibat serangkaian hasil buruk sebelum laga ini.
“Tim sedang dalam masa sulit, moral sempat menurun. Tapi mereka pria-pria tangguh. Saya hanya meminta mereka fokus pada pertandingan, percaya pada kualitas mereka sendiri,” ungkapnya.
Kenan Yildiz Pemain Muda dengan Bakat Besar
Brambilla juga memberikan pujian khusus kepada Kenan Yildiz, bintang muda Juventus yang tampil gemilang.
Dia mengaku sudah mengenal baik karakter Yildiz sejak melatihnya di tim Juventus U23 (NextGen).
“Pemain berbakat seperti Yildiz harus diberi kebebasan mencari ruang sendiri. Menurut saya, posisi terbaiknya adalah di sayap kiri, di mana dia bisa menusuk ke dalam dan bermain di belakang striker,” kata Brambilla.
“Dia pemain yang luar biasa berbakat, dan malam ini dia menunjukkan potensinya.”
Rasa Bangga dan Harapan ke Depan
Kemenangan atas Udinese menjadi debut manis bagi Brambilla di kursi pelatih tim utama.
Dia mengaku tersentuh melihat semangat tim dan merinding melihat dukungan penuh suporter di Allianz Stadium.
“Melihat kebahagiaan pemain di ruang ganti memberi saya kepuasan luar biasa. Ketika stadion bergemuruh, saya merasakan sensasi luar biasa dari dalam lapangan,” ujarnya.
Brambilla menambahkan, sebelum laga dimulai, dia bersama staf pelatih telah menyiapkan strategi matang, menyesuaikan kondisi fisik dan mental seluruh pemain.
“Kekuatan terbesar tim ini adalah kemampuan mereka untuk bereaksi. Setelah kebobolan, mereka tidak menyerah, justru semakin kuat,” tandasnya. (cor)
Editor : Andi Chorniawan