Jawa Pos Radar Madiun – Mohamed Salah kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah Liverpool setelah mencetak gol ke-250 bagi klubnya.
Gol tersebut membantu tim Arne Slot mengakhiri empat kekalahan beruntun di Liga Primer Inggris dengan menundukkan Aston Villa 2-0 di Anfield.
Liverpool sempat tertekan di awal pertandingan setelah dua peluang Morgan Rogers dan Matty Cash membentur tiang gawang.
Namun, momentum berbalik ketika Salah memanfaatkan kesalahan fatal kiper Emiliano Martinez dan mencetak gol bersejarahnya dengan penyelesaian dingin.
Pelatih Arne Slot melakukan sembilan perubahan setelah kekalahan di Piala Liga tengah pekan.
Ia kembali menurunkan formasi andalan dengan Andy Robertson di bek kiri dan lini tengah yang lebih seimbang.
Keputusan itu terbukti efektif.
Liverpool tampil lebih solid dan disiplin dalam penguasaan bola. Ryan Gravenberch, yang baru pulih dari cedera, menjadi pembeda.
Beroperasi sebagai gelandang bertahan, ia tampil dominan dan mencetak gol kedua di menit ke-58 untuk memastikan kemenangan.
Hasil ini mengangkat kepercayaan diri tim setelah periode sulit. Liverpool kini menyamai poin Bournemouth di posisi kedua dan terpaut tujuh angka dari pemuncak klasemen Arsenal.
Gol ke-250 yang dicetak Salah menempatkannya sejajar dengan dua legenda klub, Ian Rush dan Roger Hunt, sebagai tiga pemain dengan koleksi gol terbanyak sepanjang sejarah Liverpool.
Pemain asal Mesir itu kini juga menyamai rekor Wayne Rooney untuk keterlibatan gol terbanyak (278) di Liga Inggris bersama satu klub.
Total kontribusinya mencapai 188 gol dan 88 assist untuk Liverpool — torehan yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik klub di era modern.
Di usia 33 tahun, Salah kembali menunjukkan ketajamannya setelah awal musim yang lambat.
Performanya di paruh musim ini akan menjadi kunci bagi Liverpool dalam menjaga konsistensi di papan atas sebelum ia berlaga di Piala Afrika 2026.
Aston Villa tampil berani dengan membangun serangan dari lini belakang.
Namun, pendekatan itu menjadi bumerang. Saat Martinez mencoba mengembalikan bola ke rekannya, umpan pendeknya justru jatuh ke kaki Salah yang tanpa ampun menuntaskannya ke gawang kosong.
Kesalahan itu menggambarkan rapuhnya koordinasi Villa di bawah tekanan tinggi Liverpool.
Meskipun tim asuhan Unai Emery sempat mengancam lewat pergerakan cepat Rogers, tekanan berulang dari The Reds memaksa mereka melakukan kesalahan sendiri.
Villa pun gagal mempertahankan tempo di babak kedua dan harus menyerah 0-2, sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka di Anfield.
Editor : Ockta Prana Lagawira