Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Luciano Spalletti Bawa Juventus Menang di Laga Debut, Taktik Baru Bikin Bianconeri Lebih Hidup

Ockta Prana Lagawira • Minggu, 2 November 2025 | 16:34 WIB
Luciano Spalletti debut gemilang bersama Juventus.
Luciano Spalletti debut gemilang bersama Juventus.

Jawa Pos Radar Madiun – Luciano Spalletti memulai era barunya di Juventus dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Cremonese pada Sabtu malam.

Hasil ini bukan hanya tiga poin pertama di bawah pelatih baru, tapi juga sinyal perubahan besar dalam gaya bermain Bianconeri.

Cremonese, tim promosi yang musim ini tampil berani dan sudah mencuri poin dari Atalanta, Milan, dan Como, kembali memberi perlawanan tangguh.

Namun, keberanian Spalletti untuk bereksperimen dengan taktik baru terbukti sukses membawa Juventus tampil segar dan penuh ide.

Perubahan paling mencolok dari era Igor Tudor ke Spalletti terlihat pada fluiditas permainan.

Formasi 3-5-2 kaku khas Tudor kini digantikan pendekatan yang lebih fleksibel, dengan perpindahan posisi cepat dan peran yang cair.

Teun Koopmeiners ditempatkan di sisi kiri dari tiga bek, sementara Weston McKennie bergerak dinamis dari posisi gelandang ke sayap dan kadang ke area depan.

Di lini serang, Lois Openda lebih bebas berpindah dari sayap ke posisi tengah menemani Dusan Vlahovic.

Kombinasi ini membuat lini serang Juventus lebih hidup dan sulit diprediksi. Mereka menekan secara bergantian, menjaga ruang satu sama lain, dan lebih agresif di fase awal.

Hasilnya, Cremonese kesulitan mengimbangi intensitas permainan Bianconeri di babak pertama.

Pendekatan taktis Spalletti yang memberi kebebasan pada pemain tampak mampu mengeluarkan potensi terbaik Juventus—sesuatu yang sulit dilakukan Tudor sebelumnya.

Baca Juga: Duel Keras di Bandarlampung, Bhayangkara dan Persita Berbagi Poin! Ini Kata-kata Paul Munster dan Carlos Pena

Meski kalah, Cremonese tetap menunjukkan kualitas dan determinasi tinggi. Tim asuhan Davide Nicola tampil berani dan sempat mengancam Juventus di menit-menit akhir pertandingan.

Setelah tampil di bawah tekanan selama babak pertama, Nicola melakukan sejumlah pergantian yang membuat permainan mereka lebih hidup.

Namun, Juventus tetap mampu mengamankan kemenangan meski sempat menurunkan tempo di akhir laga.

Gol Jamie Vardy, yang kini mulai beradaptasi dengan Serie A, memberi harapan baru bagi Cremonese untuk keluar dari zona degradasi.

Sang penyerang Inggris telah mencetak dua gol musim ini dan perlahan menemukan ritme bersama klub barunya.

Masalah besar Juventus di bawah Tudor musim ini adalah ketidakpastian di lini depan. Pembelian Jonathan David dan Lois Openda sempat tidak memberi dampak signifikan, sementara Vlahovic tampil inkonsisten.

Namun, Spalletti mencoba pendekatan baru: memainkan Openda dan Vlahovic secara bersamaan.

Openda diberi kebebasan untuk bergerak lebih leluasa antara sisi sayap dan area tengah, mendukung Vlahovic yang menjadi target utama.

Kombinasi keduanya menciptakan banyak peluang berbahaya dan memperlihatkan potensi besar.

Fleksibilitas Openda membuat serangan Juventus lebih cair, sementara Vlahovic terlihat lebih percaya diri dan efisien di depan gawang.

Kehadiran Kenan Yildiz, yang segera kembali dari cedera, bisa jadi memperkaya opsi lini depan.

Tantangannya kini ada pada Spalletti: apakah akan mempertahankan duet ini atau melakukan rotasi untuk menjaga intensitas tim?

Kemenangan 2-1 ini memberi Spalletti awal sempurna dan energi baru bagi Juventus.

Dengan taktik dinamis, fleksibilitas pemain, serta kepercayaan diri yang kembali, Bianconeri tampak siap bersaing lagi di papan atas Serie A.

Pendekatan Spalletti membuktikan bahwa ide segar dan adaptasi taktis bisa jadi kunci kebangkitan Juventus — sekaligus harapan baru bagi tifosi yang haus akan kejayaan.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#luciano spalletti #Juventus #cremonese #serie a #Weston McKennie #lois openda #Teun Koopmeiners #dusan vlahovic #taktik Juventus #jamie vardy #debut Spalletti