Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lamine Yamal Bungkam Kritik dengan Gol Emosional, Hansi Flick: Ia Disiplin dan Tak Menyerah!

Ockta Prana Lagawira • Senin, 3 November 2025 | 15:54 WIB
Lamine Yamal memimpin daftar pemain dengan nilai pasar tertinggi versi Transfermarkt, mengungguli Erling Haaland dan Kylian Mbappé. (Transfermarkt)
Lamine Yamal memimpin daftar pemain dengan nilai pasar tertinggi versi Transfermarkt, mengungguli Erling Haaland dan Kylian Mbappé. (Transfermarkt)

Jawa Pos Radar Madiun – Setelah sempat menjadi sorotan karena performanya yang menurun, Lamine Yamal akhirnya membungkam kritik lewat penampilan gemilangnya bersama Barcelona dalam laga kontra Elche, Minggu (2/11) waktu setempat.

Pemain muda asal Mataró itu mencetak gol cepat hanya sembilan menit setelah masuk ke lapangan, membawa Blaugrana menang 3-1 di Stadion Lluis Companys.

Gol tersebut menjadi jawaban elegan atas kritik tajam yang diarahkan kepadanya pasca penampilan mengecewakan di laga El Clasico melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Dalam selebrasinya, Yamal terlihat penuh emosi—menunjuk dan menggigit emblem Barcelona, seolah menegaskan rasa cintanya kepada klub dan tekad untuk bangkit.

Masuk dari bangku cadangan di tengah hiruk-pikuk pemberitaan negatif, Lamine Yamal langsung memberi dampak instan.

Menerima umpan matang dari Alejandro Balde, ia menuntaskannya dengan tenang melewati kiper Inaki Pena.

Selebrasinya penuh makna—menunjuk lambang klub di dada sambil berteriak, seakan ingin mengatakan bahwa dirinya masih bagian penting dari Barcelona.

Gol ini juga menjadi gol keempatnya musim ini, dan yang pertama dari permainan terbuka sejak pertandingan La Liga kontra Mallorca pada 16 Agustus.

Sebelumnya, dua golnya datang dari titik penalti, masing-masing melawan Rayo Vallecano dan Olympiacos di Liga Champions.

Pelatih Hansi Flick tak kuasa menahan kegembiraannya. Pelatih asal Jerman itu terlihat melompat di area teknis setelah gol tersebut, sebuah selebrasi spontan yang mencerminkan kelegaannya.

Setelah pertandingan, Flick memuji kerja keras sang pemain muda yang masih berjuang melawan cedera pubalgia sejak September.

“Ia harus mengatasi cederanya; ia disiplin. Ia harus berlatih, menjalani perawatan, dan ia melakukannya. Saya tidak bisa mengatakan cederanya sudah berakhir; ia datang dan pergi. Dan ia harus mengatasinya,” ujar Flick.

Pelatih berusia 59 tahun itu juga menilai bahwa Yamal telah menunjukkan mental kuat dan semangat pantang menyerah, meski sempat menjadi sasaran kritik dari media dan publik.

Beberapa pekan terakhir, nama Lamine Yamal kerap menghiasi pemberitaan, bukan hanya karena performa di lapangan, tetapi juga kehidupan pribadinya.

Namun, gol ke gawang Elche seakan menjadi penegasan bahwa talenta muda ini belum habis.

Meskipun performanya belum kembali ke level terbaik seperti musim lalu, laga ini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Di babak pertama, ia tampil energik, aktif menekan, dan membantu pertahanan.

Meski sedikit menurun di babak kedua, kontribusinya sudah cukup untuk membawa Barcelona mempertahankan posisi kedua di klasemen La Liga 2025/2026.

Gol ke gawang Elche bukan sekadar angka di papan skor bagi Lamine Yamal — tetapi simbol pembuktian bahwa ia masih bisa bersinar meski diterpa cedera dan tekanan.

Dukungan penuh dari Hansi Flick dan rekan setimnya diyakini akan menjadi faktor penting dalam mengembalikan performa terbaik sang wonderkid.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Inaki Pena #elche #pubalgia #santiago bernabeu #Alejandro Balde #barcelona #la liga 2025 #Blaugrana #Hansi Flick #lamine yamal