Jawa Pos Radar Madiun - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi menolak banding yang diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM) terkait kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Kasus ini melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA dan membuat semua sanksi sebelumnya tetap berlaku.
Dalam keputusan Komite Banding FIFA, hukuman terhadap FAM dan para pemain tetap dijalankan penuh, di antaranya:
1. Denda sebesar CHF 350.000 (sekitar Rp 6,3 miliar) untuk FAM.
2. Denda CHF 2.000 (sekitar Rp 36 juta) untuk masing-masing dari tujuh pemain.
3. Skorsing 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola bagi ketujuh pemain tersebut.
4. Sanksi tambahan akan menyusul dari FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Dalam pernyataan resminya, FAM menyebut masih akan meminta salinan lengkap keputusan tertulis sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Opsi terakhir yang tersedia adalah banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Keputusan ini membuat langkah Malaysia semakin berat.
Selain kehilangan tujuh pemain penting, federasi kini menghadapi ancaman denda besar dan reputasi yang tercoreng di kancah internasional.
Skandal ini berpotensi besar membuat hasil laga antara Malaysia dan Vietnam dalam kualifikasi Piala Asia AFC 2027 dianulir dan diubah menjadi kemenangan WO 3-0 untuk Vietnam.
Baca Juga: Trent Alexander Arnold: Saya Akan Selalu Cinta Liverpool Meski Kini di Real Madrid
Fakta Pemalsuan: Kakek Pemain Disulap Jadi Warga Malaysia
Menurut laporan, FAM mencantumkan bahwa kakek Facundo Garces, bernama Carlos Rogelio Fernandez, lahir di Penang, Malaysia, pada 29 Mei 1930.
Namun, catatan asli yang ditemukan di Kantor Catatan Sipil Provinsi Santa Fe, Argentina, membuktikan bahwa Fernandez sebenarnya lahir di Villa Maria Selva, Santa Fe, Argentina. Hanya tanggal lahirnya yang sama.
Hal ini menjadi bukti kuat adanya pemalsuan administratif oleh FAM dalam proses naturalisasi.
Media Vietnam, VN Express, menulis bahwa Vietnam berpeluang menang 3-0 secara forfeit jika terbukti Malaysia memainkan pemain tidak sah.
“Menurut regulasi AFC, jika tim menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat, hasil pertandingan dapat diubah menjadi kekalahan 0-3,” tulis VN Express.
Saat ini, Malaysia memimpin klasemen Grup Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan 12 poin dari empat laga. Namun, posisi itu bisa berubah drastis bila AFC mengabulkan keputusan pembatalan hasil. (naz)
Editor : Mizan Ahsani