Jawa Pos Radar Madiun – Teun Koopmeiners berpeluang kembali diplot sebagai bek tengah dalam laga Juventus kontra Sporting Lisbon di Allianz Stadium, Rabu (5/11) dini hari WIB.
Keputusan itu muncul setelah pelatih Luciano Spalletti sukses bereksperimen dengan menempatkannya di posisi tak biasa saat melawan Cremonese sebelumnya.
Dalam kemenangan 3-1 atas Juventus, Spalletti menurunkan Koopmeiners sebagai bek tengah kiri dalam skema 3-5-2.
Meski berposisi asli sebagai gelandang, pemain asal Belanda itu tampil solid dalam mengalirkan bola dari lini belakang.
Peran tersebut pernah dijalani ketika masih memperkuat AZ Alkmaar.
Media Italia, Ilbianconero.com, memperkirakan Spalletti akan mengulang formula sukses itu saat menghadapi Sporting Lisbon.
Koopmeiners dianggap memberi keseimbangan baru antara pertahanan dan transisi serangan, terutama dalam distribusi bola dari belakang.
Peran Bek dalam Skema Spalletti
Menurut Spalletti, pergeseran posisi Koopmeiners memberi efek positif pada permainan tim.
“Setelah dua menit pertandingan, semua orang tahu di mana dia bermain,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia usai laga lawan Cremonese.
Pelatih berpengalaman itu menjelaskan bahwa Koopmeiners berfungsi sebagai playmaker defensif.
Bukan hanya menjaga area pertahanan, tapi juga mengatur aliran bola ke sisi kanan dan kiri lapangan.
“Tujuannya agar (Khephren) Thuram bisa sedikit lebih maju, sementara Koopmeiners masuk ke ruang tengah dan memberi kami keunggulan dalam membangun serangan,” tambahnya.
Spalletti juga menyoroti peran penting Koopmeiners dalam menjaga organisasi pertahanan.
“Saya melihat komunikasi dan fokus yang bagus. Ia membantu organisasi lini belakang dan menentukan arah serangan balik,” ucapnya.
Duel Krusial di Allianz Stadium
Juventus akan menjamu Sporting Lisbon di kandang sendiri dengan target mempertahankan momentum positif.
Koopmeiners berpeluang besar menjadi bagian penting dari rencana taktik Spalletti, baik sebagai bek tengah kiri maupun gelandang bertahan, tergantung pada kebutuhan formasi dan intensitas permainan lawan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan