Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bukan Soal Hasil, Ini Masalah Baru yang Ditemukan Spalletti di Juventus

Mizan Ahsani • Jumat, 7 November 2025 | 16:46 WIB
Teun Koopmeiners lebih suka jadi bek ketimbang gelandang serang di Juventus.
Teun Koopmeiners lebih suka jadi bek ketimbang gelandang serang di Juventus.

Jawa Pos Radar Madiun – Pelatih Luciano Spalletti semakin memahami karakter Juventus seiring berjalannya musim.

Hasil imbang melawan Sporting Club di Liga Champions menjadi momen penting bagi pelatih asal Italia itu untuk mengidentifikasi masalah baru dalam timnya.

Spalletti baru saja mengambil alih kursi kepelatihan Juventus tanpa kesempatan menjalani pramusim.

Ia pun harus menganalisis dan memperbaiki kelemahan tim secara langsung di tengah kompetisi yang padat.

Meski para pemain bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan metode barunya, Spalletti menghadapi tantangan besar akibat instabilitas manajerial dalam beberapa musim terakhir.

Dua pelatih sebelumnya gagal memaksimalkan potensi skuad, dan kini Spalletti dituntut mengembalikan identitas taktik klasik Juventus yang solid dan efisien.

“Kami Masih Terlalu Lambat di Ruang Sempit”

Duel kontra Sporting menjadi bahan evaluasi penting bagi Spalletti.

Ia mengapresiasi mentalitas pemain yang menunjukkan karakter kuat, namun menilai bahwa Juventus belum mampu mengontrol bola di area sempit secara efektif.

“Kami perlu memperbaiki masalah lambat di ruang sempit,” kata Spalletti dikutip dari Tuttomercatoweb.

“Kalau kami tampil seperti ini, kami bisa memenangkan banyak pertandingan,” tambahnya. 

Pernyataan tersebut menunjukkan kepuasan terhadap mental pemain sekaligus kesadaran bahwa aspek teknis dan pergerakan bola masih perlu dibenahi agar tim bisa mencapai potensi maksimal.

Baca Juga: Bagaimana Mantan Bintang Juventus Cristiano Ronaldo Menghasilkan Uang di Luar Sepak Bola?

Fokus pada Transisi dan Kreativitas 

Tanpa masa pramusim, Spalletti memanfaatkan laga kompetitif untuk menguji kombinasi pemain dan merancang pola permainan baru.

Ia menilai struktur permainan Juventus sudah membaik, tetapi tim masih kurang cepat dan kreatif dalam transisi, terutama ketika lawan mempersempit ruang di lini tengah.

Pengalaman panjang Spalletti di Napoli dan Roma membuatnya dikenal sebagai pelatih dengan disiplin taktik tinggi dan kemampuan membaca permainan cepat.

Di Juventus, ia ingin menanamkan gaya bermain lebih dinamis dan tak terduga, agar tim tidak hanya mengandalkan pertahanan kuat, tapi juga mampu mendominasi penguasaan bola.

Menuju Juventus yang Lebih Cair dan Efisien 

Perjalanan Juventus di bawah Spalletti masih panjang, namun tanda-tanda perubahan mulai terlihat.

Struktur tim lebih stabil, kerja keras pemain meningkat, dan koordinasi antar lini membaik.

Tantangan berikutnya bagi Spalletti adalah memastikan tim bermain lebih cepat, kreatif, dan nyaman di ruang sempit.

Jika pembenahan ini berjalan mulus, Juventus berpeluang besar kembali menjadi tim dominan, baik di Serie A maupun di kancah Liga Champions. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Juventus #Liga Champions #serie a #Spalletti #liga italia