Jawa Pos Radar Madiun – Catatan positif masih dipegang Persebaya Surabaya setiap kali berhadapan dengan Persik Kediri.
Dalam tiga pertemuan terakhir, Green Force selalu unggul dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Rekor tersebut ingin kembali dipertahankan ketika kedua tim bentrok di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik, Jumat (7/11) malam pukul 19.00 WIB.
“Kami sudah melakukan persiapan seperti biasa. Fokus pada tim sendiri dan selalu menganalisis lawan agar bisa tampil dengan kondisi terbaik,” ujar pelatih Persebaya, Eduardo Perez Moran.
Mental pemain Green Force juga sedang tinggi setelah pekan lalu menumbangkan Persis Solo 2-1 di kandang sendiri.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Persik yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Macan Putih menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang.
Musim ini, Persik juga punya rekor buruk saat bermain di Gresik. Mereka sempat dikalahkan Madura United dengan skor 1-2 di stadion yang sama.
Situasi semakin berat karena tim asuhan Ong Kim Swee itu akan tampil pincang.
Tiga bek sayap utama absen. Novri Setiawan dan Henhen Herdiana terkena sanksi kartu merah, sedangkan Gavin Kwan masih dibekap cedera.
Meski demikian, Eduardo enggan meremehkan sang lawan.
“Persik punya skuad yang bagus dan berpengalaman. Mereka juga memiliki pemain asing yang berkualitas. Kami tahu, ini tidak akan mudah,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Persik juga harus menanggung kerugian karena tidak bisa bermain di kandang sendiri.
Mereka mengungsi ke Stadion Gejos setelah tidak mendapat izin menggunakan Stadion Brawijaya, Kediri. Dukungan Persikmania dipastikan tidak maksimal.
“Sangat mengecewakan. Kami dilarang bermain di Kediri karena alasan keselamatan. Tapi hari ini saya diberi tahu kalau suporter Persebaya juga dilarang datang ke Gresik,” keluh Ong Kim Swee.
“Kalau begitu, kenapa kami harus jauh-jauh main di sana? Ini jadi kerugian besar,” sambungnya. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani