Jawa Pos Radar Madiun - Madura United FC akhirnya mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Alfredo Vera dari posisi pelatih kepala setelah rangkaian hasil kurang meyakinkan di kompetisi BRI Super League 2025 2026.
Keputusan ini ditetapkan manajemen setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.
Manajer Madura United, Umar Wachdin, menjelaskan bahwa pencopotan tersebut merupakan hasil keputusan internal.
"Keputusan ini, sesuai dengan hasil evaluasi internal klub," ujarnya.
Selain menjadi pelatih, Alfredo juga memegang jabatan sebagai Direktur Teknik Madura United FC.
"Dari hasil evaluasi tersebut, kami sepakat untuk mengembalikan Alfredo ke posisinya sebagai direktur teknik."
Menurut Umar, selama musim ini performa Madura United di bawah arahan mantan pelatih Persebaya Surabaya itu dinilai tidak stabil.
Laskar Sape Kerrab sering kehilangan poin pada laga-laga penting dan gagal memaksimalkan pertandingan kandang.
Ia turut mengungkapkan bahwa sosok pelatih baru sudah berada di Indonesia.
"Saat ini pengganti Alfredo sudah berada di Indonesia dan hanya tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi sebelum diperkenalkan secara resmi ke publik," jelasnya.
Absennya Alfredo dalam dua pertandingan terakhir memperkuat dugaan adanya evaluasi mendalam.
Dia tidak tampak mendampingi tim saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie (2/11) serta ketika Madura United menang 2–1 atas Persijap Jepara di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP).
Selama periode tersebut, tugas pelatih dijalankan oleh asisten pelatih Rakhmad Basuki.
Dengan keputusan ini, Alfredo menjadi pelatih ketiga yang dilepas klub peserta Super League 2025–2026.
Sebelumnya, Semen Padang berpisah dengan Eduardo Almeida, sementara PSM Makassar resmi menghentikan kerja sama dengan Bernardo Tavares. (fin)
Editor : AA Arsyadani