Jawa Pos Radar Madiun - Komite Olimpiade Internasional (IOC) tengah menyiapkan kebijakan baru yang bakal mengubah peta olahraga dunia.
Atlet transgender wanita disebut tidak lagi diizinkan tampil di seluruh nomor olahraga kategori wanita pada ajang Olimpiade mendatang.
Langkah itu diambil setelah hasil kajian ilmiah yang menyimpulkan adanya keunggulan fisik permanen bagi atlet yang terlahir sebagai laki-laki, meski telah menjalani terapi hormon.
Laporan yang dimuat The Times dan The Guardian menyebutkan, kebijakan resmi rencananya akan diumumkan pada awal tahun depan.
Meski demikian, IOC menegaskan bahwa keputusan final belum diambil. “Diskusi masih berlangsung di kelompok kerja,” demikian pernyataan lembaga tersebut dikutip dari Reuters.
Namun, banyak pihak memprediksi perubahan aturan ini akan mengarah pada pelarangan total untuk menjaga keadilan kompetisi.
Jika kebijakan ini benar diterapkan, dampaknya akan terasa luas.
Sejumlah federasi olahraga internasional—seperti renang dan atletik—sudah lebih dulu memberlakukan aturan ketat terhadap atlet transgender dan atlet dengan kondisi Differences of Sex Development (DSD).
IOC kini diperkirakan akan mengikuti langkah serupa demi menyeragamkan aturan antar cabang olahraga.
Keputusan ini sekaligus menandai perubahan besar dalam perdebatan panjang tentang inklusivitas dan keadilan di dunia olahraga.
Isu ini juga dipastikan akan memantik reaksi dari berbagai kelompok hak asasi dan komunitas LGBTQ+ yang selama ini memperjuangkan hak atlet transgender untuk tetap berpartisipasi. (her)
Editor : Hengky Ristanto