Jawa Pos Radar Madiun – Liga Italia kembali menunjukkan identitas lamanya sebagai kompetisi yang mengagungkan seni bertahan.
Hingga pekan kedua November musim 2025-26, dari empat liga top Eropa, Serie A mencatat rekor terbanyak laga berakhir tanpa gol, yakni 17 pertandingan.
Angka tersebut jauh melampaui Premier League yang hanya mencatat 7 laga 0-0, sementara Bundesliga dan La Liga masing-masing mencatat 4 pertandingan tanpa gol.
Seni Bertahan yang Tak Pernah Hilang
Filosofi Catenaccio, yang lahir di Italia sejak era 1950-an, tampaknya kembali hidup di Serie A.
Gaya bertahan rapat, disiplin lini belakang, serta kecerdikan taktik pelatih membuat banyak pertandingan berjalan ketat dan minim gol.
Meski dianggap membosankan oleh sebagian penonton, gaya ini menunjukkan sisi lain sepak bola Italia: bahwa bertahan adalah seni.
Tim-tim seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan dikenal memiliki organisasi pertahanan solid yang sulit ditembus, bahkan oleh lini serang terbaik sekalipun.
Tren Perubahan Strategi
Kecenderungan hasil imbang tanpa gol juga memperlihatkan pergeseran strategi di Serie A.
Banyak pelatih kini lebih berhati-hati dalam mengatur tempo permainan, fokus menjaga keseimbangan antar lini daripada menyerang secara terbuka.
Selain itu, performa impresif para kiper dan barisan bek di liga ini ikut berkontribusi pada minimnya gol.
Dominasi Serie A dalam jumlah laga 0-0 mempertegas bahwa Catenaccio belum punah.
Dalam era sepak bola modern yang didominasi permainan cepat dan menyerang, Italia tetap setia pada filosofi lama: bertahan dengan elegan.
Mungkin bagi sebagian penonton skor 0-0 terasa membosankan, namun bagi pecinta strategi, itulah esensi sepak bola Italia,efisien, taktis, dan penuh perhitungan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan