Jawa Pos Radar Madiun - Nama Heimir Hallgrimsson kembali menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Air setelah muncul rumor bahwa dirinya masuk dalam kandidat pelatih baru Timnas Indonesia.
Pelatih asal Islandia ini dikenal sebagai sosok yang berpengalaman membangun tim kecil menjadi kekuatan yang diperhitungkan di level internasional.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Heimir Hallgrimsson lahir di Vestmannaeyjar, Islandia, pada 10 Juni 1967. Ia memiliki latar kehidupan yang menarik, sempat menempuh pendidikan di bidang komputer dan kedokteran gigi sebelum akhirnya terjun penuh ke dunia sepak bola.
Meski pernah menjadi pesepak bola profesional, kariernya justru lebih bersinar di dunia kepelatihan.
Sejak era 1980-an hingga akhir 1990-an, ia bermain untuk klub lokal Islandia seperti ÍBV Vestmannaeyjar dan Hottur.
Pengalaman bermain di klub kecil dengan sumber daya terbatas membentuk pandangannya tentang bagaimana membangun tim dari dasar.
Perjalanan Karier Kepelatihan
Perjalanan kepelatihan Hallgrimsson mulai mendapat perhatian ketika ia dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Islandia pada awal 2010-an.
Tidak lama kemudian, ia naik menjadi pelatih kepala dan mencatatkan sejarah besar bagi negara kecil tersebut.
Di bawah arahannya, Islandia untuk pertama kalinya lolos ke Euro 2016 dan kemudian Piala Dunia 2018 pencapaian luar biasa bagi negara dengan populasi kurang dari 400 ribu jiwa.
Keberhasilan Islandia menyingkirkan Inggris di Euro 2016 menjadi salah satu momen paling ikonik sepanjang kariernya.
Strateginya yang disiplin, terukur, dan efektif membuat Islandia dikenal sebagai tim kuda hitam yang mampu memberi kejutan di turnamen besar.
Gaya Melatih: Disiplin, Realistis, dan Mirip Shin Tae-yong
Hallgrimsson terkenal dengan pendekatan taktis yang terstruktur dan realistis, sangat mirip dengan pola permainan yang diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Keduanya sama-sama:
mengutamakan transisi cepat, bukan dominasi penguasaan bola
membangun organisasi pertahanan yang solid
menekankan pressing intensitas tinggi
mengoptimalkan fisik serta mental pemain
efektif menghadapi tim yang kualitas individunya lebih kuat
Pendekatan Hallgrimsson ini terbukti ketika ia membawa Islandia menahan imbang Argentina di Piala Dunia 2018 dan membuat Lionel Messi frustrasi sepanjang laga sebuah bukti kecerdikan membaca pola lawan.
Kesamaan gaya dengan Shin Tae yong inilah yang membuat publik menilai bahwa Hallgrimsson bisa melanjutkan pondasi yang sudah dibangun pelatih Korea Selatan tersebut, tanpa harus mengubah karakter permainan Garuda secara drastis.
Kabar bahwa PSSI tengah memantau situasi Hallgrimsson membuat namanya kembali ramai diperbincangkan.
Masa kontraknya yang bisa berubah dalam waktu dekat membuka celah bagi Indonesia untuk bergerak cepat.
Kemampuannya membangun tim dengan sumber daya terbatas dinilai sesuai dengan kondisi sepak bola Indonesia yang sedang berkembang menuju level elite Asia.
Tantangan Bila Melatih Indonesia
Jika akhirnya menjadi arsitek baru Timnas Indonesia, Hallgrimsson akan menghadapi tantangan besar: adaptasi budaya, karakter pemain lokal, tekanan publik yang tinggi, hingga ekspektasi besar setelah era Shin Tae-yong.
Namun, pengalaman panjangnya mengelola tim dengan keterbatasan membuatnya dinilai memiliki kapasitas untuk meneruskan proyek jangka panjang Garuda.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun