Jawa Pos Radar Madiun – Pelari Kenya kembali menunjukkan dominasinya pada ajang Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2025 yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Minggu (16/11).
Pada kategori utama Overall Male Marathon, tiga posisi teratas seluruhnya dikuasai pelari asal Afrika Timur.
Ezra Kipchumba keluar sebagai juara dengan catatan 02:17:33, disusul Alex Oloitiptip Korio dan Kiprop Tonui.
Dominasi serupa terjadi di sektor putri. Margaret Agai menjuarai Overall Female Marathon dengan waktu 02:43:55, sedangkan Truphena dan Caroline Cheptonui melengkapi tiga besar.
Half Marathon & 10K: Kenya Masih Tak Terbendung
Penguasaan Kenya juga berlanjut di kategori Half Marathon.
Tiga pelari putra tercepat kembali berasal dari Kenya. Sementara di sektor putri, Lucy Ntenya Ndakbuki finis pertama dengan waktu 01:13:05, diikuti Nympha Kiteta Kivalo dan Evangeline Makena Kathenya.
Pada kategori 10K Men, James Ndungu Kahura menjadi yang tercepat (00:30:19), disusul Hosea Kipyego (00:30:21).
Pandu Sukarya menjadi satu-satunya pelari Indonesia yang menembus tiga besar elite setelah finis ketiga dengan 00:30:41.
Di sektor 10K Women, Alice Muthoni Koigi memimpin dengan 00:35:40. Di belakangnya muncul Caroline Cherono, sementara Agustina Mardika Manik menempatkan Indonesia di posisi ketiga.
Kategori Bank Jateng Young Talent 10K menghadirkan talenta muda lokal. Fariq Radfan menjadi juara putra dengan 33:15, sementara Khofifah Khoerunnisa meraih podium pertama di sektor putri dengan 44:51.
Label Elite World Athletics & Peserta Internasional Membludak
Tahun ini menjadi tonggak penting bagi BJBM setelah resmi mengantongi Elite Label dari World Athletics.
Status baru tersebut menjadikan Borobudur Marathon sejajar dengan ajang lari internasional bergengsi lainnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BJBM. Ke depan, Kemenpora berencana mengembangkan seri marathon nasional dengan Borobudur sebagai salah satu agenda utama.
“Event Bank Jateng Borobudur Marathon ini bisa kita dorong dan akan kita pelajari, kita akan komitmen bagaimana kita punya event dunia. Itu usulan yang bagus, jadi Indonesia event,” ujarnya.
Erick juga mengapresiasi Pemprov Jateng yang konsisten memperkuat ekosistem UMKM, pariwisata, dan olahraga melalui ajang tahunan ini.
Editor : Ockta Prana Lagawira