Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Permainan Tradisional Egrang, Seru dan Penuh Manfaat bagi Anak-anak

Arif Santosa • Selasa, 18 November 2025 | 22:20 WIB
Permainan Tradisional Egrang
Permainan Tradisional Egrang

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah maraknya permainan modern berbasis teknologi, permainan tradisional Indonesia seperti egrang mulai kembali diperkenalkan di berbagai sekolah dan kegiatan budaya.

Permainan yang mengandalkan keseimbangan dan ketangkasan ini ternyata memiliki banyak manfaat penting bagi perkembangan anak-anak, baik secara fisik maupun mental.

Asal-usul dan Bentuk Permainan

Egrang merupakan permainan tradisional yang telah ada sejak masa lampau dan tersebar di berbagai daerah Indonesia dengan nama dan bentuk yang beragam.

Di Jawa dikenal sebagai egrang, di Minangkabau disebut tengkak-tengkak, sementara di Sulawesi dikenal dengan istilah batok kelapa jika menggunakan tempurung.

Permainan ini umumnya menggunakan dua batang bambu panjang yang diberi tumpuan pijakan di bagian bawah.

Anak-anak berdiri di atas pijakan tersebut dan berusaha berjalan dengan menyeimbangkan tubuh di atas bambu.

Permainan egrang dapat dilakukan secara individu maupun dalam bentuk perlombaan, misalnya lomba adu cepat atau lomba keseimbangan.

Karena sifatnya yang menantang, egrang sering dimainkan di halaman sekolah, lapangan, atau saat perayaan hari kemerdekaan.

Cara Bermain Egrang

1. Siapkan dua batang bambu berukuran sekitar 2,5 meter dengan pijakan setinggi 30–40 cm dari tanah.

2. Pemain berdiri di atas pijakan, lalu berusaha menyeimbangkan tubuh.

3. Setelah seimbang, pemain mulai melangkah menggunakan kedua egrang.

4. Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan atau jarak yang berhasil ditempuh tanpa jatuh.


Meskipun terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan keseimbangan, fokus, dan keberanian yang tinggi.

Manfaat Egrang bagi Anak-anak

Permainan egrang bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh

Anak-anak belajar menjaga posisi tubuh agar tetap seimbang di atas bambu. Ini membantu menguatkan otot kaki, tangan, serta melatih refleks dan koordinasi gerak.

2. Mengembangkan keberanian dan rasa percaya diri

Berdiri di atas egrang yang tinggi bisa menakutkan bagi anak yang baru mencoba. Namun, ketika mereka berhasil, timbul rasa percaya diri dan keberanian untuk menghadapi tantangan baru.

3. Menumbuhkan semangat pantang menyerah

Anak-anak yang jatuh akan berusaha mencoba lagi hingga berhasil. Nilai ini menanamkan semangat juang dan ketekunan sejak dini.

4. Meningkatkan kemampuan sosial dan kerja sama

Permainan ini sering dilakukan secara berkelompok. Anak-anak belajar berkomunikasi, memberi dukungan, dan bekerja sama saat bergantian bermain atau berlomba.

5. Meningkatkan kebugaran jasmani

Karena melibatkan banyak gerakan, egrang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, keseimbangan, dan kebugaran fisik anak-anak.

6. Menumbuhkan rasa cinta budaya lokal

Dengan bermain egrang, anak-anak diperkenalkan pada warisan budaya Indonesia yang penuh nilai-nilai positif.

Ini penting agar mereka tetap mengenal permainan tradisional di tengah arus globalisasi.

Guru Pendidikan Jasmani di SD Negeri 3 Bogor, Andi Saputra, mengatakan bahwa permainan egrang kini mulai kembali diajarkan di sekolah.

 “Anak-anak sangat antusias. Mereka tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga belajar menyeimbangkan tubuh dan bekerja sama dengan teman-temannya,” ujarnya.

Sementara itu, Dewi Kartika (38), seorang ibu dua anak, menilai egrang jauh lebih bermanfaat dibandingkan permainan di gadget.

 “Dulu saya main egrang di kampung setiap sore. Sekarang saya ajak anak-anak main juga supaya mereka tahu betapa serunya permainan zaman dulu,” katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong pelestarian permainan tradisional seperti egrang, gobak sodor, dan engklek melalui program “Gerakan Bermain Tradisional di Sekolah”.

Selain itu, berbagai festival budaya dan lomba egrang rutin digelar di daerah seperti Yogyakarta, Banyuwangi, dan Minangkabau untuk memperkenalkan permainan ini kepada generasi muda.

Permainan egrang bukan sekadar hiburan tradisional, tetapi juga alat pembentuk karakter anak.

Dari permainan sederhana ini, anak-anak belajar keseimbangan, keberanian, kerja sama, serta menghargai budaya bangsa.

Di tengah gempuran permainan digital, egrang menjadi simbol bahwa keceriaan dan pembelajaran sejati tak selalu berasal dari layar, melainkan bisa ditemukan di halaman, di atas sepasang bambu, dan di antara tawa teman-teman.

Editor : Nur Wachid
#anak-anak #egrang #permainan tradisional #manfaat