Jawa Pos Radar Madiun - Perolehan suara Rizky Ridho dalam voting publik FIFA Puskas Award 2025 menjadi perbincangan besar.
Data yang tersebar di media sosial menunjukkan bahwa bek Timnas Indonesia itu telah melampaui 1,3 juta suara dan sementara mengungguli bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, dalam persaingan gol terbaik dunia tahun ini.
Lonjakan suara ini membuat peluang Ridho merebut penghargaan Puskas Award semakin terbuka.
Ia masuk nominasi berkat gol jarak jauh saat Persija melawan Arema pada 9 Maret 2025, tendangan melambung yang menukik spektakuler pada menit 61 lebih 33 detik.
Meski Persija kalah 3–1, gol tersebut viral secara internasional.
Masuknya Ridho ke daftar 11 besar menempatkannya sejajar dengan pemain top dunia seperti Lamine Yamal, Declan Rice, Gonzalo Montiel, Pedro de La Vega, dan Ribeiro Costa.
Yamal sebelumnya menjadi favorit utama berkat gol melengkung kaki kirinya pada laga Espanyol vs Barcelona, 15 Mei 2025.
Namun data voting sementara menunjukkan perubahan besar. Ridho unggul sekitar 1,3 juta suara, sedangkan Yamal berada di angka 1,1 juta.
Perbedaannya mencapai lebih dari 46 ribu suara. Di bawah keduanya, Declan Rice meraih lebih dari 900 ribu suara, diikuti Montiel dan Ribeiro Costa.
Antusiasme suporter Indonesia membuat kampanye dukungan semakin masif.
Voting Puskas Award dibuka 13 November–3 Desember 2025 pukul 23.59 CET, sehingga publik masih memiliki waktu dua pekan untuk menentukan pilihan melalui akun resmi FIFA.
Penentuan pemenang tidak hanya berdasarkan suara publik, karena FIFA juga melibatkan panel FIFA Legends.
Setiap pemilih memilih tiga gol terbaik yang diberi poin 5, 3, dan 1.
Hasil publik serta panel juri kemudian digabungkan untuk menentukan pemenang akhir. Jika imbang, FIFA menerapkan prosedur tie break berdasarkan poin fans dan penilaian legenda.
Jika menang, Ridho berpotensi mencetak sejarah bagi Indonesia di panggung internasional.
Namun belakangan, terungkap bahwa kabar di media sosial tersebut dipastikan hoaks. Pasalnya, FIFA belum merilis hasil sementara atas voting Puskas Award. (fin)
Editor : AA Arsyadani