Jawa Pos Radar Madiun – Masa depan Lamine Yamal kembali menjadi perbincangan setelah Wesley Sneijder memberi komentar tajam.
Legenda Belanda itu menilai bintang muda Barcelona tersebut memiliki potensi untuk melampaui Lionel Messi, sesuatu yang selama ini dianggap mustahil oleh banyak penggemar sepak bola dunia.
Yamal memang belum tampil maksimal musim ini. Cedera membuatnya absen cukup lama dan ritme permainannya belum stabil.
Namun, kemampuan mengubah jalannya pertandingan membuatnya tetap dipandang sebagai pemain yang bisa menentukan nasib FC Barcelona dalam perebutan trofi.
Tantangan terbesarnya kini berada di tangan Hansi Flick: menjaga Yamal tetap sehat dan terus berkembang.
Disebut Messi Baru, Yamal Jadi Sorotan Dunia
Sejak debut sebagai pemain profesional, gaya permainan Yamal langsung memicu perbandingan dengan Lionel Messi.
Publik melihatnya sebagai harapan terakhir Blaugrana untuk kembali menemukan ikon besar setelah era Messi berakhir.
Meski banyak yang menilai perbandingan tersebut terlalu cepat, Sneijder punya keyakinan berbeda.
Pernyataan Sneijder yang Menggetarkan Barcelona
Dalam wawancara dengan AdventureGamers, Sneijder membuat klaim besar yang memicu diskusi luas.
Ia mengatakan:
“Kita sedang membicarakan apakah Lamine Yamal suatu hari nanti bisa menjadi Messi. Nah, Lamine Yamal di Barcelona adalah Messi yang baru. Mereka tidak akan pernah melepaskannya, dan saya yakin—saya sungguh-sungguh yakin—anak itu tidak akan pernah ingin pergi… Jika kita bicara lagi 10 tahun lagi, Lamine Yamal masih akan di Barcelona.”
Sneijder juga menegaskan bahwa Yamal punya kemungkinan melewati Messi.
“Bisakah Yamal mencapai level Messi atau bahkan melampauinya dan menjadi pemain yang lebih baik? Itu mungkin. Pemain terus berkembang setiap tahun, dan dia sudah berada di level yang sangat tinggi.”
Realistis atau Terlalu Berani?
Membayangkan Yamal melampaui pencapaian Messi memang terasa sulit. Messi memenangkan Ballon d’Or terbanyak dalam sejarah, menutup karier luar biasa dengan gelar tak terhitung bersama Barcelona.
Namun, faktor usia membuat diskusi ini tetap terbuka. Yamal baru menginjak 18 tahun dan menunjukkan perkembangan pesat sejak masuk tim utama.
Barcelona berharap masa depan cerah itu bisa terwujud, asalkan sang pemain tetap terjaga dari cedera dan mendapat lingkungan stabil untuk berkembang.
Editor : Ockta Prana Lagawira