Jawa Pos Radar Madiun - Tidak banyak yang membayangkan sebuah negara mikro di Karibia mampu mencuri perhatian dunia sepak bola.
Namun Curacao, pulau kecil berpenduduk sekitar 155–185 ribu jiwa, melakukan sesuatu yang belum pernah dicapai negara sekecil apa pun sebelumnya, yakni lolos ke Piala Dunia 2026.
Prestasi ini tidak hanya mengejutkan para pengamat sepak bola internasional, tetapi juga memastikan nama Curacao sebagai negara dengan populasi paling kecil dalam sejarah yang berhasil menembus turnamen terbesar FIFA.
Berikut empat fakta menariknya.
1. Negara Kecil dengan Ambisi Besar
Curacao hanya memiliki luas sekitar 444 km persegi, setara dengan Palembang.
Jumlah penduduknya bahkan tidak mencapai 200 ribu jiwa. Namun keterbatasan wilayah dan sumber daya tidak pernah mengurangi ambisi mereka.
Di level regional CONCACAF, Curacao selama bertahun-tahun dianggap tim medioker yang sulit berkembang.
2. Tak Terkalahkan di Babak Kualifikasi
Performa Curacao di Kualifikasi CONCACAF benar-benar tak tertandingi dengan mengumpulkan 12 poin.
Mereka mengakhiri fase grup dengan 6 pertandingan, 3 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 0 kekalahan.
Pertandingan paling menentukan terjadi saa menahan imbang Jamaika 0–0 di Kingston.
Hasil itu menjadi tiket emas yang memastikan Curacao berangkat ke Piala Dunia 2026.
Sebuah hasil yang secara matematis mungkin sederhana, tetapi secara makna sangat monumental.
3. Rekor Bersejarah: Negara Terkecil di Piala Dunia
Dengan kelolosan ini, Curacao memecahkan rekor negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia, menggeser Islandia (350 ribu jiwa) sebagai pemegang rekor sebelumnya.
4. Perjalanan Panjang dan Peran Pelatih
Keberhasilan Curacao adalah hasil dari restrukturisasi teknis yang dimulai beberapa tahun lalu.
Patrick Kluivert pernah mencoba membangun fondasi tim, meski hasilnya belum optimal.
Kemudian datang Dick Advocaat, pelatih berpengalaman asal Belanda yang membawa disiplin dan struktur permainan lebih rapi.
Terakhir, tongkat komando berpindah ke Dean Gorré, sosok yang memadukan strategi yang matang dengan pendekatan psikologis pada para pemain.
Di bawah Gorré, Curaçao tampil stabil, solid, dan pantang menyerah hingga akhirnya berhasil ke panggung dunia. (cor)
Editor : Andi Chorniawan