Jawa Pos Radar Madiun - PSSI akhirnya angkat suara terkait anggapan bahwa mereka tengah mencari pelatih murah untuk menangani Timnas Indonesia.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa harga bukan pertimbangan utama.
Federasi hanya fokus pada kualitas dan kecocokan pelatih untuk memimpin Garuda.
Hingga kini, teka-teki soal sosok pengganti Patrick Kluivert masih jadi pembahasan panas di kalangan pendukung timnas.
Setelah kegagalan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI bergerak cepat menyusun opsi.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bahkan menyebut ada lima kandidat, namun identitas mereka sengaja dirahasiakan.
Situasi tertutup itu memicu spekulasi, termasuk tudingan bahwa PSSI tengah mencari pelatih dengan harga murah.
Sumardji menepis dugaan tersebut.
“Semua sudah ada dalam catatan kami. Kalau ditanya soal itu, tunggu saja nanti. Kami berupaya memberikan yang terbaik,” kata Sumardji.
Alasan PSSI Tutup Nama Para Kandidat
Sumardji juga menjelaskan alasan federasi tidak mempublikasikan lima nama kandidat pelatih.
Menurutnya, seluruh pelatih yang masuk dalam radar PSSI masih terikat kontrak bersama klub atau federasi lain. Membuka identitas mereka dianggap tidak etis.
“Kenapa sampai sekarang kami tidak buka? Karena pelatih itu punya privasi. Mereka masih berada di klub atau federasinya masing-masing, jadi kami menghormati itu,” ujarnya.
Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers bersama jajaran Exco dijadwalkan melakukan negosiasi dan wawancara dalam waktu dekat.
Dari lima kandidat yang ada, hanya satu sosok terbaik yang akan dipilih untuk menangani Timnas Indonesia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani