Jawa Pos Radar Madiun - Liverpool sedang memasuki fase genting. Dalam 11 pekan Premier League, sang juara bertahan menelan lima kekalahan dan kini terdampar di posisi delapan.
Untuk klub yang terbiasa berada di papan atas, situasi ini adalah sinyal bahaya.
Legenda klub, Jamie Carragher, menyoroti pertahanan yang rapuh, mudah ditembus, dan sering membuat kesalahan elementer.
Kesalahan Transfer Musim Panas
Carragher menjadi sosok yang paling vokal mengkritik kebijakan transfer Liverpool.
Dia menyebut bahwa klub telat belanja di musim panas, dan kini sedang membayar akibatnya.
“Liverpool perlu belanja di Januari (2026), mereka perlu beli seorang bek tengah. Mereka seharusnya melakukannya di musim panas kemarin,” katanya kepada Sky Sports.
Liverpool memang merekrut bek tengah muda Italia, Riccardo Leoni, yang sempat tampil mengesankan di Piala Carabao.
Namun mimpi buruk datang. Leoni mengalami cedera ACL dan harus absen hingga akhir musim.
Liverpool sebenarnya sudah sangat dekat mendaratkan Marc Guehi dari Crystal Palace pada musim panas lalu.
Pemain bahkan sudah membuka pintu negosiasi, namun transfer gagal karena Palace tidak menemukan pengganti sang kapten.
Kini, peluang kembali terbuka. Kontrak Guehi berakhir pada 2026, yang berarti mulai Januari nanti bebas berbicara dengan klub lain.
Situasi ini membuat Palace rentan menegosiasikan harga, dan Liverpool bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. (cor)
Editor : Andi Chorniawan