Jawa Pos Radar Madiun – Al-Ahli kembali menunjukkan mental baja setelah menang 2-1 atas Al-Qadisiyah pada pekan kesembilan Liga Profesional Saudi, Jumat (21/11) malam di Jeddah.
Meski bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang babak pertama, Al-Ahli tetap mampu mengamankan tiga poin dan melanjutkan tradisi kemenangan atas Al-Qadisiyah dalam kondisi serupa.
Al-Ahli membuka keunggulan cepat lewat aksi winger Brasil Wenderson Galeño pada menit keenam. Galeño yang baru pulih dari cedera langsung memberi kontribusi penting setelah kembali ke starting XI.
Petaka datang di pengujung babak pertama. Gelandang Ziyad Al-Juhani menerima kartu merah langsung pada masa injury time setelah bentrok dengan gelandang Portugal Al-Qadisiyah, Otavio. Situasi itu memaksa Al-Ahli bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua.
Babak Kedua: Gol Cepat, Gol Balasan, dan Penentu Kessie
Keunggulan Al-Ahli sempat sirna pada menit ke-64. Striker pengganti Al-Qadisiyah, Abdullah Al-Salem, mencetak gol dengan sentuhan pertamanya setelah menggantikan Yasser Al-Shahrani.
Namun hanya dua menit berselang, gelandang Pantai Gading Franck Kessié memastikan Al-Ahli kembali memimpin. Tembakan kerasnya pada menit ke-66 mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus menjadi gol kemenangan tuan rumah.
Tradisi Menang Meski Bermain Minus Pemain
Kemenangan ini menandai keempat kalinya Al-Ahli mengalahkan Al-Qadisiyah di Liga Profesional Saudi meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit.
Riwayatnya:
• 23 Oktober 2009: Menang 2-1 setelah Moataz Al-Mousa dikartu merah.
• 14 Januari 2010: Menang 3-2 meski Saif Ghazal dikeluarkan.
• 3 Oktober 2010: Menang 2-1 saat Mohammed Musad diusir.
• 14 Mei 2021: Menang 1-0, gol terjadi sebelum Abdullah Hassoun dikartu merah (satu-satunya pengecualian skenario comeback).
Hasil ini memperpanjang dominasi Al-Ahli atas Al-Qadisiyah di situasi tidak ideal sekalipun.
Klasemen Liga Saudi
Dengan kemenangan ini, Al-Ahli naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 19 poin. Al-Qadisiyah harus turun ke posisi kelima setelah poin mereka tertahan di angka 17.
Editor : Ockta Prana Lagawira