Jawa Pos Radar Madiun - Pelatih Juventus Luciano Spalletti membeberkan alasan belum berani menurunkan tiga pemain kreatifnya dalam satu waktu.
Tiga pemain yang dimaksud adalah Kenan Yildiz, Edon Zhegrova, dan Francisco Conceicao.
Ketiganya dikenal memiliki keahlian menggiring bola, menusuk pertahanan lawan, dan menjadi pembeda dalam situasi satu lawan satu.
Namun menurut Spalletti, memainkan mereka bersamaan justru berisiko.
Mantan pelatih timnas Italia itu menginginkan permainan sepak bola dengan kualitas yang lebih baik.
Dirinya punya banyak pemain yang bisa mengalahkan lawan satu lawan satu seperti Yildiz, Zhegrova, dan Conceicao.
“Tapi jika semuanya dimainkan bersamaan, keseimbangan tim hilang. Kami sedang mencari solusi untuk keluar dari fase medioker,” kata Spalletti.
1. Komposisi Terlalu Ofensif Mengorbankan Keseimbangan
Yildiz, Zhegrova, dan Conceicao sama-sama bertipe winger agresif yang fokus menciptakan peluang lewat dribel dan penetrasi.
Jika ketiganya dimainkan sekaligus, Juventus berisiko kehilangan struktur dalam bertahan karena tidak ada pemain sayap yang benar-benar disiplin menjaga ruang.
Spalletti menyadari bahwa Serie A adalah liga yang mengutamakan organisasi dan transisi cepat.
Ketika semua pemain depan terlalu ofensif, ruang antar lini menjadi longgar, hingga rawan membuat Juve mudah diserang balik.
2. Minim Kontribusi Defensif di Area Sayap
Ketiga pemain tersebut unggul dalam kreativitas, tetapi kontribusi bertahannya belum sekuat kebutuhan taktik Spalletti.
Dalam sistemnya, winger dituntut untuk turun menutup half-space, membantu full-back, dan menjaga shape tim ketika kehilangan bola.
Jika semua winger kreatif dimainkan bersamaan, maka pressing sisi lapangan melemah, full-back terpaksa bekerja sendirian, dan risiko kebobolan lewat counterattack meningkat signifikan.
3. Serangan Justru Bisa Kehilangan Ritme
Meski terlihat menjanjikan di atas kertas, terlalu banyak pemain bertipe dribeler bisa membuat alur serangan tidak efektif.
Dominasi individu sering membuat bola terlalu lama di kaki pemain, sehingga tempo permainan melambat, pergerakan tanpa bola berkurang, dan lawan lebih mudah menutup ruang.
Juventus Masih Cari Formula Ideal
Spalletti mengakui skuad Juventus saat ini memiliki banyak pemain muda berbakat, namun masih membutuhkan fondasi taktis yang kuat agar kualitas individu dapat muncul tanpa mengorbankan organisasi tim. (cor)
Editor : Andi Chorniawan