Jawa Pos Radar Madiun – Arsenal memimpin puncak klasemen Liga Primer, tetapi ujian besar menanti akhir pekan ini, Minggu (30/11/2025) kickoff pukul 23.30 WIB, saat mereka bertandang ke markas Chelsea.
The Blues, yang kini berada di posisi kedua, mengincar tiga poin untuk memperkecil jarak enam angka dari sang pemuncak.
Di tengah persaingan ketat ini, mantan bek Arsenal Martin Keown memberi analisis tajam mengenai peluang juara The Gunners dan ancaman serius dari para rival.
Keown menilai Arsenal sudah waktunya menerima status sebagai favorit juara dan bermain tanpa rasa takut.
Setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up, The Gunners kini memimpin klasemen dengan performa solid—hanya kalah sekali dari 12 laga dan menang enam kali dari tujuh pertandingan terakhir.
“Nikmati tekanan itu. Jangan takut. Inilah momen yang kalian kejar selama bertahun-tahun,” kata Keown kepada TNT Sports.
Ia menyebut Arsenal telah berada di titik didih dan harus menjaga ritme kemenangan jika ingin mengamankan gelar.
Chelsea Tak Merasa Tertekan: ‘Skud Sangat Muda, Justru Lebih Berani’
Chelsea di bawah Enzo Maresca tengah dalam performa stabil setelah memenangkan lima dari enam laga terakhir, termasuk kemenangan atas Liverpool dan Tottenham.
Dengan skuad termuda di Premier League musim ini, Keown menilai faktor usia dapat membuat mereka tampil tanpa beban.
Selain itu, The Blues datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menang meyakinkan 3-0 atas Barcelona di Liga Champions.
“Terkadang pemain muda tak merasakan tekanan. Kita lihat bagaimana mereka menghadapi akhir pekan ini,” ujar Keown.
Satu hal yang perlu dikenang: Chelsea memiliki waktu istirahat satu hari lebih banyak dibanding Arsenal.
Manchester City: Masih Berbahaya, Tapi Mulai Kehabisan Kedalaman
Meski tertinggal tujuh poin dari Arsenal, Manchester City tetap ancaman utama.
Erling Haaland memimpin daftar top skor dengan 14 gol, namun performa City sempat goyah setelah kalah dari Newcastle di liga dan Leverkusen di Liga Champions.
Guardiola membuat 10 perubahan dalam kekalahan terakhir—keputusan yang diakui sebagai kesalahan—dan Keown menyebut hal itu menunjukkan tipisnya kedalaman skuad musim ini.
“Tanpa Haaland, Foden dan pemain besar lainnya, City kehilangan pilihan terbaik. Ini bisa merugikan mereka ke depan,” tegasnya.
Liverpool Tersisih dari Pacuan Gelar
Liverpool yang kini berada di posisi ke-12 dengan enam kekalahan dari tujuh laga terakhir praktis tersingkir dari persaingan.
Setelah kalah 0-3 dari Nottingham Forest dan dipermalukan PSV di Anfield, Keown menyebut peluang mereka menipis.
“Mereka harus menang di semua sisa pertandingan untuk punya peluang. Itu hampir mustahil,” ucapnya.
Kunci Arsenal: Striker Harus Tetap Bugar
Cedera pemain depan menjadi masalah tersendiri bagi Arsenal. Kai Havertz sempat absen di awal musim, sementara Viktor Gyokeres tak tersedia sejak awal November.
Arteta mengandalkan Mikel Merino sebagai striker alternatif, dan Keown memuji kemampuan adaptasi sang pelatih.
Namun, ia mengingatkan:
“Arsenal butuh semua penyerang bugar untuk juara. Mereka tak boleh kehilangan pemain kunci di momen-momen besar.”