Jawa Pos Radar Madiun - Sassuolo meraih kemenangan penting saat menundukkan Fiorentina 3-1 di Mapei Stadium, Sabtu (6/12/2025).
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali tampil penuh dan menunjukkan ketenangan di lini belakang Neroverdi.
Laga belum genap sepuluh menit ketika Sassuolo mendapat petaka. Kiper Arijanet Muric keliru meninju bola dan justru mengenai wajah Fabiano Parisi.
Wasit langsung menunjuk titik putih. Rolando Mandragora mengeksekusi dengan mulus, mengecoh Muric dan membawa La Viola unggul 1-0.
Sassuolo merespons cepat. Empat menit berselang, Cristian Volpato menusuk dari sisi kanan dan melepas tembakan keras yang gagal dibendung David de Gea. Gol itu memulihkan ritme permainan tim tuan rumah.
Dominasi Sassuolo makin terasa setelah gol tersebut. Tarik Muharemovic sempat melepaskan tembakan jarak jauh yang ditepis De Gea.
Namun bek asal Bosnia itu tidak menyia-nyiakan peluang kedua. Pada menit ke-45, umpan Armand Lauriente disambar Muharemovic dengan tandukan terarah untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Babak kedua dibuka dengan intensitas tinggi. Volpato sempat mencetak gol keduanya pada menit ke-57 usai merebut bola dari Parisi, tetapi VAR menganulirnya karena dianggap terjadi pelanggaran.
Sassuolo akhirnya mendapatkan gol ketiga di menit ke-65. Volpato mengirimkan umpan terobosan kepada Ismael Kone, yang kemudian menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau De Gea. Neroverdi menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.
Hasil ini membuat Sassuolo naik ke posisi kedelapan dengan 20 poin, sementara Fiorentina semakin terbenam di dasar klasemen usai hanya mengumpulkan enam poin sepanjang musim.
Idzes tampil konsisten sepanjang laga. Statistik dari Sofascore menunjukkan ia mencatat tujuh sapuan, memenangkan lima duel, dan menjaga garis pertahanan tetap stabil di berbagai situasi.
Kapten Garuda itu kini sudah mencatatkan 13 penampilan Serie A musim ini.
Dari kubu Fiorentina, direktur olahraga Roberto Goretti mengakui performa timnya mengecewakan.
“Kami memulai dengan baik, tetapi pertandingan berlangsung hingga 100 menit saat ini dan kami tidak bersatu sepenuhnya,” aku Goretti.
Ia juga menambahkan bahwa suporter mereka layak marah.
“Setelah kekalahan dari Atalanta, kami meminta para penggemar kami, dan mereka memberikan respons yang luar biasa. Kami meminta mereka untuk datang dan mereka datang, tetapi mungkin kami tidak datang.”
Sekitar 4.000 fans Fiorentina memenuhi Reggio Emilia dan terus bernyanyi hingga laga usai.
Namun setelah peluit panjang, mereka meluapkan kekecewaan dengan meneriakkan bahwa tim “menggelikan”, sementara para pemain berdiri menerima hinaan tersebut.
Goretti menyebut performa tim kembali menurun. “Kami telah melihat beberapa kemajuan dalam pertandingan terakhir, tetapi hari ini kami mengambil langkah mundur lagi,” ujarnya.
Ia menyoroti buruknya koneksi antarpemain. “Setiap kali kami memberikan umpan silang yang mudah ditebak ke kotak penalti, itu menunjukkan tidak ada koneksi yang tepat antar pemain, Anda bisa melihat kurangnya rasa percaya diri." (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira