Jawa Pos Radar Madiun - Roma kembali terpeleset di Liga Italia. Giallorossi menelan kekalahan kedua beruntun setelah dikalahkan Cagliari 1-0 di Unipol Domus, Minggu malam waktu Italia.
Gol tunggal Gianluca Gaetano di menit-menit akhir menjadi pembeda, sementara kartu merah Zeki Celik memperberat situasi Roma yang tampil tak lengkap sejak awal babak kedua.
Hasil ini membuat Roma yang sempat memimpin klasemen kembali turun peringkat.
Kekalahan dari Napoli pekan lalu makin menegaskan catatan minor mereka dalam laga-laga besar.
Situasi makin rumit karena Roma tampil pincang tanpa Wesley, Artem Dovbyk, Angelino, serta dua pemain yang belum sepenuhnya bugar, Paulo Dybala dan Evan Ferguson.
Cagliari datang dengan modal sembilan laga tanpa kemenangan di Serie A, namun performa mereka meningkat setelah menahan Napoli 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke adu penalti di Coppa Italia.
Meski demikian, tim Sardinia itu kehilangan Mattia Felici yang baru mengalami cedera ACL, menyusul Yerry Mina, Luca Mazzitelli, Ze Pedro, dan Andrea Belotti yang sebelumnya sudah absen panjang.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Evan Ndicka sempat tergelincir sehingga Gennaro Borrelli lolos, tetapi bek Roma itu bangkit tepat waktu untuk melakukan tekel penentu di tepi kotak enam yard.
Cagliari terus menekan lewat Michael Folorunsho, namun sundulannya dari umpan Marco Palestra mengarah langsung ke Mile Svilar.
Kiper Serbia itu lalu membuat penyelamatan jauh lebih sulit dari peluang Sebastiano Esposito usai kombinasi tajam di sisi kanan.
Duel berubah ketika Folorunsho merebut bola di lini tengah dan dikejar Celik.
Tekel terlambat bek Roma itu membuat wasit awalnya menunjuk titik putih. Namun VAR menunjukkan kontak terjadi di luar kotak penalti.
Keputusan akhir: penalti dibatalkan, tetapi Celik diusir keluar karena menggagalkan peluang mencetak gol. Sejak menit 51, Roma bermain dengan 10 pemain.
Svilar menjadi pemain terbaik Roma. Ia melakukan penyelamatan ganda luar biasa setelah Adam Obert melakukan kombinasi satu-dua dan melewati dua pemain, sebelum kiper 24 tahun itu kembali sigap menangkap bola muntah.
Svilar lalu kembali maju cepat untuk menepis tembakan Folorunsho dari jarak dekat.
Cagliari makin agresif. Palestra berkali-kali menusuk dari sisi kanan, melewati dua tekel dan melepaskan tembakan silang yang melintas di depan gawang.
Ia sempat terjatuh oleh dorongan Daniele Ghilardi, tetapi wasit menilai kontak tidak cukup untuk penalti. Kebuntuan pecah pada menit ke-82.
Dari tendangan sudut Sebastiano Esposito, bola melambung ke tiang jauh dan ditemukan Gaetano. Dengan kontrol dada rapi, ia melepaskan tendangan setengah voli dari sudut sempit yang melewati banyak kaki sebelum bersarang ke pojok bawah.
Gol itu menjadi pukulan telak bagi Roma yang sudah kehabisan tenaga bermain dengan 10 pemain.
Tensi memanas jelang akhir laga. Beberapa insiden kecil terjadi ketika Cagliari mencoba menghentikan permainan agar Folorunsho mendapat perawatan kram, tetapi Mario Hermoso berhasil mencegat bola sebelum keluar lapangan.
Di sisi lain, Dybala mencoba tendangan voli akrobatik menyambut umpan Devyne Rensch, namun bola melenceng.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir, memberi Cagliari kemenangan pertama mereka di Serie A sejak 19 September dan membuat Roma kian tertekan di papan atas. (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira