Jawa Pos Radar Madiun - Luciano Spalletti menggambarkan masa awalnya bersama Juventus sebagai perjalanan penuh gejolak.
Setelah hasil positif beruntun, kekalahan dari Napoli menjadi pengingat keras bahwa proses membangun ulang skuad tidak akan berjalan mulus.
Menjelang pertandingan penting melawan Pafos di Liga Champions, sang pelatih menilai timnya sedang menuju arah yang benar meski masih sering tersandung.
Performa Juventus di Bawah Spalletti: Stabil, Namun Belum Konsisten
Spalletti datang menggantikan Igor Tudor pada Oktober dan langsung memberikan perubahan positif.
Juventus mengemas empat kemenangan serta tiga hasil imbang sebelum akhirnya kalah 1-2 dari Napoli.
Spalletti tidak menutupi kesalahannya dalam laga itu dan mengakui eksperimen taktiknya justru mempersulit tim.
Inti evaluasi Spalletti adalah pergantian formasi babak kedua membuat permainan lebih hidup.
Juventus sempat menguasai pertandingan dan menyamakan skor. Kelengahan defensif membuat Si Nyonya Tua kembali tertinggal.
Menurutnya, progres Juventus berjalan naik-turun, tetapi arah jangka panjang tidak boleh berubah hanya karena satu pertandingan.
Keyakinan Spalletti: Ada Kemajuan, Meski Harus Dijemput dengan Kesabaran
Spalletti menyebut dirinya “semakin marah sekaligus santai” setiap melihat tim berlatih. Kemajuan yang terlihat sering kali diikuti kemunduran tiba-tiba.
Namun ia menegaskan bahwa tidak akan mengubah pendekatan hanya karena satu kekalahan, strategi akan terus dijelaskan dan diperbaiki, dan fondasi permainan sedang dibentuk secara bertahap.
Baginya, perjalanan ini tidak boleh diganggu oleh kepanikan jangka pendek.
Situasi Juventus di Liga Champions 2025
Juventus berada di posisi ke-22 dengan enam poin dari lima pertandingan. Hasil yang jauh dari ideal untuk klub sebesar Bianconeri.
Catatan Juventus sejauh ini:
Baru menang sekali (vs Bodo/Glimt 2-1)
Dua laga kandang berakhir imbang: 4-4 vs Dortmund dan 1-1 vs Sporting CP
Terancam gagal meraih tiga kemenangan kandang beruntun untuk pertama kalinya sejak April
Hasil ini menunjukkan bahwa Juventus masih mencari ritme terbaiknya di kompetisi Eropa.
Menjelang Lawan Pafos: Lawan Baru, Risiko Nyata
Juventus belum pernah bertemu Pafos sebelumnya. Namun catatan pertemuan melawan tim Cyprus sangat mendukung, yakni 6 kemenangan dari 6 pertemuan.
Total skor 25-3. Empat laga terakhir selalu mencetak minimal empat gol. Meski begitu, Spalletti mewanti-wanti agar tim tidak lengah.
Peringatan Spalletti mengenai Pafos adalah banyak pemain Brasil dengan kualitas teknik tinggi, pressing agresif, tetapi bisa mundur dalam untuk jebakan taktis, dan serangan balik cepat sangat berbahaya.
Juventus tidak boleh kehilangan bola dengan mudah.
Pafos hanya terpaut dua peringkat dan memiliki poin sama yang menunjukkan bahwa pertarungan ini tidak bisa diremehkan.
Fokus Juventus: Perbaikan Taktik dan Mental Jelang Laga Penentu
Spalletti menilai duel melawan Pafos bisa menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan diri dan menguji perkembangan strategi yang terus ia benahi.
Juventus sedang berusaha tampil lebih stabil, lebih efektif, dan lebih disiplin secara defensif.
Dengan pendekatan yang makin matang dan pelajaran berharga dari kekalahan sebelumnya, Spalletti optimistis Juventus dapat kembali ke jalur kemenangan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan