Jawa Pos Radar Madiun - Pertandingan Juventus vs Pafos akan berlangsung di Stadion Allianz, Turin, pada Rabu pukul 20.00 GMT.
Situasi Bianconeri memasuki laga ini tidak ideal setelah menelan kekalahan 2-1 dari Napoli pada akhir pekan Serie A.
Di Liga Champions, tekanan juga meningkat dengan catatan satu kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan.
Spalletti Akui Merusak Pemain Juventus
Dalam konferensi pers, Luciano Spalletti berbicara blak-blakan mengenai kekalahan dari Napoli. Ia menilai pilihannya justru merugikan tim.
"Hal pertama yang saya katakan ketika menganalisis pertandingan adalah saya tidak menempatkan tim dalam kondisi terbaik untuk bermain. Itu pilihan saya, saya merugikan Anda dengan pilihan itu," ucapnya.
Spalletti juga menekankan bahwa ia memahami risiko ketika memutuskan menempatkan Kenan Yildiz sebagai penyerang tengah.
Ia meninggalkan Jonathan David serta Lois Openda di bangku cadangan. "Saya ingin menang! Saya tidak mau ambil risiko kalah hanya untuk mengirim pesan," tegasnya.
Pujian Besar untuk Kenan Yildiz
Pelatih asal Italia itu mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar Kenan Yildiz.
Ia bahkan membandingkan perkembangan sang pemain dengan Khvicha Kvaratskhelia ketika berada di Napoli.
"Mungkin orang-orang salah paham, tapi saya yakin ada potensi besar dalam diri Yildiz… Itu kurang lebih sama dengan yang saya katakan tentang Kvara ketika saya pertama kali berhadapan dengannya," ujar Spalletti.
Ia menilai gol Yildiz ke gawang Napoli menunjukkan kualitas yang berbeda. "Gol yang ia cetak hari Minggu saja sudah luar biasa," kata Spalletti.
Pafos Bukan Tim Ringan
Menuju laga selanjutnya, Spalletti memperingatkan timnya soal kekuatan Pafos.
"Pafos adalah tim yang tangguh… Mereka hanya dipermalukan oleh Bayern Munich dan menghadapi beberapa lawan tangguh," jelasnya.
Ia menilai Pafos agresif dan disiplin dalam duel fisik. "Secara fisik, mereka sangat tangguh… Ini akan menjadi pertarungan untuk setiap bola," lanjutnya.
Spalletti juga menyoroti efektivitas bola mati lawan dan serangan balik cepat yang bisa menjadi ancaman serius. (cor)
Editor : Andi Chorniawan