Jawa Pos Radar Madiun - Juventus mencatat kemenangan kandang pertamanya di Liga Champions musim ini.
Akan tetapi, atmosfer di Stadion Allianz, Kamis dini hari WIB, jauh dari nyaman. Bianconeri dipaksa bekerja keras sebelum mengalahkan Pafos 2-0.
Suporter tuan rumah justru mencemooh timnya sendiri karena tampil buruk sepanjang babak pertama.
Suporter Juventus Luapkan Kekecewaan
Pafos yang berasal dari Siprus menunjukkan kemampuan menandingi Juventus sejak menit awal.
Tekanan intens yang diberikan tim tamu membuat Stadion Allianz bergemuruh bukan oleh dukungan, melainkan cemooh.
Suporter Juventus menyoraki timnya saat peluit jeda berbunyi.
Mereka kecewa melihat Bianconeri berada di bawah tekanan, membiarkan Pafos menciptakan peluang melalui Anderson Silva, Joao Correia, hingga Vlad Dragomir.
Setelah turun minum, Juventus mulai menemukan ritme. Tembakan Koopmeiners, peluang Yildiz, dan masuknya Francisco Conceicao memberi angin baru.
Lois Openda yang dimainkan sebagai perubahan ofensif juga memberi tekanan tambahan di lini depan.
Kebuntuan baru pecah menit ke-67. Dari situasi tendangan sudut, bola liar kembali dimainkan Andrea Cambiaso.
Weston McKennie melepaskan tembakan keras ke tiang dekat untuk membawa Juventus unggul 1-0.
Enam menit kemudian, Juventus menggandakan skor.
Kenan Yildiz memberikan umpan matang kepada Jonathan David yang berdiri bebas di kotak penalti untuk menuntaskan peluang menjadi gol kedua.
Setelah itu, semangat Pafos merosot, dan Juventus tidak lagi terancam.
Kemenangan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Bianconeri dan membawa mereka naik ke peringkat ke-17 dengan 9 poin.
Peluang lolos ke 16 besar tetap terbuka, termasuk melalui jalur play-off.
Spalletti: Babak Pertama Memalukan
Luciano Spalletti bahkan mengakui babak pertama Juventus berada jauh di bawah standar.
“Yang minimal sudah dilakukan, di babak pertama juga ada situasi yang memalukan,” tegasnya.
Komentar itu selaras dengan reaksi fans di stadion, yang mencemooh tim akibat performa buruk selama 45 menit pertama. (cor)
Editor : Andi Chorniawan