Jawa Pos Radar Madiun - Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu mengakui tampil jauh dari performa terbaik meski berhasil menekuk pasangan Singapura lewat duel tiga gim di babak 16 besar SEA Games 2025.
Mereka menang tiga gim atas wakil Singapura Eng Koh/Zheng Li dengan skor 19-21, 21-8, 21-19 pada pertandingan di Pathum Thani, Thailand, Kamis (11/12).
Meski lolos, Felisha tidak menutupi rasa kecewanya terhadap penampilan mereka.
“Performa saya masih jauh sekali, lebih jelek daripada yang kami harapkan,” ujar Felisha dalam keterangan resmi PBSI.
Jafar juga mengakui bahwa permainan mereka tidak stabil dan dipenuhi emosi. Hal itu membuat lawan berani memberikan tekanan di momen-momen penting.
“Saya sempat agak kesal tadi. Kami benar-benar underperform,” kata Jafar.
Pasangan ini datang sebagai unggulan, mengingat status mereka sebagai ganda campuran peringkat 10 dunia.
Sebaliknya, lawan yang dihadapi justru pasangan tanpa peringkat di BWF, bahkan rekam jejak pertandingan mereka belum tercatat secara resmi.
Kondisi itu justru membuat Jafar/Felisha kesulitan membaca pola permainan.
Menurut Felisha, ketidaktahuan terhadap karakter permainan Eng Koh/Zheng Li membuat mereka harus menyesuaikan strategi sambil bertanding.
“Mereka tidak seperti lawan-lawan yang sudah kami tahu. Lalu, ini juga SEA Games pertama saya, jadi atmosfernya cukup berbeda. Saya memiliki ekspektasi, tapi tidak sesuai jadi malah semakin tertekan,” ucapnya.
Memasuki gim ketiga, Jafar dan Felisha akhirnya mengubah pendekatan permainan dengan meningkatkan tempo dan terus menyerang.
“Kami melakukan itu karena di gim pertama tempo kami lambat sekali. Sentuhan kami tidak enak, lawan pun tidak gampang mati,” kata Jafar.
Keduanya kini fokus memperbaiki performa jelang perempat final. Felisha menyebut evaluasi menjadi hal wajib sebelum kembali turun bertanding.
“Kami harus mengevaluasi lagi semuanya dan mempersiapkan pertandingan dengan lebih baik. Besok kami akan mencoba kembali ke performa yang sebenarnya,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut.
Editor : Ockta Prana Lagawira