Jawa Pos Radar Madiun - Kontingen Indonesia akhirnya membuka keran emas pada Jumat (12/12) di SEA Games 2025 setelah atlet judo Dinny Febriany tampil gemilang dan memastikan medali emas dari kelas -57 kg putri.
Bertanding di Rajamangala Auditorium, University of Technology Thanyaburi, Pathum Thani, Dinny keluar sebagai juara setelah menundukkan wakil Filipina Rafael Joemari-Heart di partai final, Jumat (12/12).
Kemenangan Dinny menjadi emas pertama Indonesia pada hari ini, sekaligus emas perdana dari cabang olahraga judo di SEA Games 2025.
Hasil tersebut mengakhiri penantian Indonesia setelah sejak pagi hingga sore sejumlah atlet Merah Putih belum mampu naik ke podium tertinggi di cabang lain seperti kano, menembak, dan kriket.
Tambahan emas dari Dinny membuat koleksi medali Indonesia kembali bertambah.
Medali kedua pada hari ini atau yang ke-15 untuk Indonesia secara keseluruhan disumbangkan Abiyu Rafi dari cabang olahraga gimnastik nomor apparatus-horizontal bar putra.
Selanjutnya emas dari Rizqi Maulana jadi yang ke-16 bagi kontingen Tim Merah Putih atau yang kedua untuk cabor judo di SEA Games 2025.
Emas ke-17 disumbangkan Syerina yang bertanding di Judo women's -70 kg.
Sebelumnya, sejak Rabu (10/12) hingga Kamis (11/12), Indonesia telah mengoleksi 13 emas, 20 perak, dan 13 perunggu. Dengan hasil ini, perolehan emas Indonesia resmi meningkat menjadi 14 keping.
Sehari sebelumnya, Indonesia tampil produktif dengan delapan medali emas. Dua emas datang dari cabang renang melalui Jason Donovan Yusuf di nomor 50 meter gaya punggung putra dan Masniari Wolf di nomor 50 meter gaya punggung putri.
Bagi Jason, emas tersebut menjadi koleksi keduanya setelah sehari sebelumnya juga menang di nomor 100 meter gaya punggung.
Enam emas lain disumbangkan dari cabang berbeda, yakni MTB cross country eliminator melalui Rendy Varera Sanjaya, karate kumite +68 kg putri oleh Leica Al Humaira Lubis, mixed kayak double 200 meter oleh Stevani Mayche Ibo/Subhi.
Lompat galah putri lewat Diva Renata Jayadi, basket 3x3 putri melalui Dewa Ayu Made Sriartha, Agustin Elya Gradita, Evelyn Fiyo, dan Kimberley Pierre-Louis, serta water ski & wakeboard nomor mixed slalom oleh Guruh Dwi Samudra, Indra Hardinata, Ummu Toyibatuh Sholikah, dan Safira Ratriandari Widodo.
Indonesia juga sempat mencatatkan emas dari cabang Mixed Martial Arts (MMA) melalui Dwi Ani Retno Wulan di nomor tradisional putri 54 kg.
Namun, karena MMA berstatus cabang ekshibisi, medali tersebut tidak masuk perhitungan klasemen resmi.
Hingga Jumat (12/12) pukul 17.25 WIB, tuan rumah Thailand masih kokoh di puncak klasemen dengan 54 emas, 31 perak, dan 22 perunggu.
Vietnam berada di posisi kedua dengan 18 emas. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan 17 emas, disusul Singapura dengan 11 emas, serta Filipina di posisi kelima dengan 7 emas. (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira