Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kejutan dari Bangkok: Tim Senam Indonesia Bawa Pulang Empat Medali dari SEA Games 2025

Mizan Ahsani • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:47 WIB
Pesenam putra Indonesia Abiyurafi tampil dalam nomor palang tunggal SEA Games 2025.
Pesenam putra Indonesia Abiyurafi tampil dalam nomor palang tunggal SEA Games 2025.

Jawa Pos Radar Madiun - Tim senam artistik Indonesia mencatat pencapaian melampaui target pada SEA Games Thailand 2025 di Bangkok.

Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu dari ajang tersebut.

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati menyebut hasil ini sebagai kejutan yang menggembirakan.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal senam artistik hanya ditargetkan menyumbang satu medali emas.

Namun berkat kesungguhan para atlet, prestasi lebih besar justru bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

“Hasil ini adalah kejutan yang menyenangkan. Abiyu yang di Kamboja hanya meraih perak, sejak awal memang kami targetkan emas dan hari ini terbukti,” kata Ita, Sabtu (13/12).

Medali emas Indonesia dipersembahkan Abiyurafi dari nomor Men’s Horizontal Bars dengan nilai 13.400.

Ia berbagi posisi teratas dengan atlet tuan rumah Thailand, Chuaisom Weerapat, yang mencatat skor sama.

Medali perak pada nomor tersebut diraih atlet Vietnam, Dinh Phuong Thanh, dengan nilai 13.133.

Dua medali perak Indonesia diraih dari nomor Men’s Rings melalui Aprizal Muhammad serta Men’s Parallel Bars yang dipersembahkan Satria Tri Wira Yudha.

Bagi Satria, pencapaian tersebut diraih pada debutnya di SEA Games.

Sementara itu, satu medali perunggu disumbangkan oleh debutan lainnya, Salsabilla Hadi Pamungkas, dari nomor Women’s Floor Exercise.

Ita menilai pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan pembinaan jangka panjang, termasuk hasil positif dari proses regenerasi atlet.

“Aprizal pun akhirnya pecah telur setelah bertahun-tahun tidak menyerah. Satria dan Salsabila, dua pendatang baru, menunjukkan bahwa regenerasi kita berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ita menegaskan prestasi ini juga menjadi bukti kualitas pelatih lokal Indonesia.

Ia menyoroti bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih mengandalkan pelatih dalam negeri.

“Semua negara ASEAN memakai pelatih asing, hanya Indonesia yang masih mengandalkan pelatih lokal. Tapi hasilnya menunjukkan mereka sangat mumpuni, hanya butuh update teknik,” katanya.

Menurut Ita, peningkatan performa atlet juga dipengaruhi pemusatan latihan nasional yang lebih kondusif, program latihan yang intensif, serta pengalaman training camp di Rusia dan Jepang.

Mulai 2026, fasilitas pelatnas di Cibubur akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung persiapan atlet.

Ia juga mengungkapkan dukungan dari federasi internasional.

“Presiden International Federation Gymnastic, Morinari Watanabe juga siap mengirim pelatih dari Jepang untuk Indonesia,” ujar Ita.

“Ini jadi upaya kami untuk bisa kembali meloloskan atlet ke Olimpiade Los Angeles 2028,” sambungnya.

Raihan empat medali di SEA Games Thailand 2025 ini menjadi pencapaian terbaik tim senam artistik Indonesia.

Adapun terakhir kali cabor ini merebut emas pada SEA Games Filipina 2019 melalui Agus Prayoko di nomor Men’s Vault.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan senam nasional ke depan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #thailand #SEA Games 2025 #senam artistik