Jawa Pos Radar Madiun - Lifter Indonesia, Luluk Diana Tri Wijayana, memastikan medali emas angkat besi kelas 48 kilogram putri SEA Games 2025 di Chonburi Sports Schools, Thailand, Sabtu (13/12/2025).
Atlet berusia 20 tahun itu tampil dominan sejak angkatan awal hingga penentuan.
Luluk membuka sesi snatch dengan beban 79 kilogram, lebih berat dibanding pesaing yang memulai dari kisaran 72 hingga 73 kilogram.
Angkatan pertama itu berhasil diangkat dengan mulus. Ia kemudian melanjutkan ke angkatan kedua 82 kilogram dan angkatan ketiga 84 kilogram, seluruhnya sukses tanpa kendala.
Persaingan ketat datang dari lifter Filipina yang membuka snatch di beban 80 kilogram.
Namun, upaya pada angkatan kedua seberat 83 kilogram gagal dan baru berhasil pada percobaan ketiga.
Pada sesi snatch, Luluk keluar sebagai yang terbaik dengan catatan 84 kilogram, sementara posisi berikutnya ditempati atlet Thailand, Vietnam, dan Filipina dengan beban sama, 83 kilogram.
Memasuki clean and jerk, Luluk memulai angkatan di angka 96 kilogram.
Angka tersebut bukan yang terberat dibandingkan beban awal yang diajukan atlet Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Angkatan pertama Luluk berjalan mulus, sementara pesaing dari Thailand dan Vietnam sukses mengangkat 98 kilogram.
Pada percobaan kedua, Luluk mencoba 98 kilogram, namun gagal. Ia kemudian menaikkan beban menjadi 100 kilogram pada angkatan ketiga.
Upaya itu berhasil dan menjadi penentu kemenangan. Atlet Thailand, Vietnam, dan Filipina yang mencoba angkatan di atas 100 kilogram tidak ada yang mampu menuntaskannya.
Dengan hasil tersebut, Luluk mencatatkan total angkatan 184 kilogram, hasil dari snatch 84 kilogram dan clean and jerk 100 kilogram.
Medali perak diraih lifter Thailand Thanyathon Sukcharoen dengan total 183 kilogram, sementara perunggu menjadi milik Nguyen Thi Thu Trang dari Vietnam dengan total 181 kilogram.
Emas angkat besi dari Luluk menambah perolehan medali kontingen Indonesia menjadi 23 medali per Sabtu (13/12/2025).
Sebelumnya, Indonesia juga meraih dua medali emas dari cabang menembak pada nomor 10 meter air rifle beregu dan individu.
Editor : Ockta Prana Lagawira