Jawa Pos Radar Madiun - Juventus tengah berada dalam periode yang tidak mudah, namun tekad kuat Luciano Spalletti memberi secercah harapan bagi para pendukung Bianconeri.
Pelatih asal Italia itu berambisi membangkitkan kejayaan Si Nyonya Tua sebagai bentuk balasan atas komitmen penuh keluarga Agnelli yang tetap setia mendukung klub di tengah berbagai tawaran besar.
Luciano Spalletti menyambut positif keputusan keluarga Agnelli yang menolak tawaran bernilai fantastis untuk melepas Juventus.
Keputusan tersebut dinilai menjadi bukti kuat kesetiaan pemilik klub terhadap Bianconeri, sekaligus menambah motivasi Spalletti untuk memperbaiki performa tim.
Pada Sabtu (13/12), Exor, perusahaan induk milik keluarga Agnelli, secara resmi menolak tawaran akuisisi dari perusahaan mata uang kripto Tether yang disebut-sebut bernilai lebih dari 1 miliar euro.
Penolakan itu menegaskan bahwa Juventus bukan sekadar aset bisnis bagi keluarga Agnelli.
CEO Exor, John Elkann, menegaskan hubungan emosional keluarganya dengan Juventus yang telah terjalin lebih dari satu abad.
“Juve telah menjadi bagian dari keluarga saya selama 102 tahun,” ujar Elkann dalam video yang diunggah ke media sosial.
“Dengan semangat inilah, dengan kisah cinta yang telah menyatukan kita selama lebih dari satu abad, sebagai sebuah keluarga kami terus mendukung tim kami dan menatap masa depan untuk membangun Juve yang berjaya.”
Spalletti pun menilai bahwa cara terbaik untuk membalas kepercayaan tersebut adalah dengan membawa Juventus kembali ke jalur persaingan papan atas Serie A.
Saat ini, Bianconeri masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen.
“Meskipun saya baru berada di sini dalam waktu singkat, saya rasa saya dapat melibatkan seluruh skuad dalam percakapan ini,” kata Spalletti kepada wartawan.
“Sungguh menggembirakan sekali lagi mendengar kekuatan dan semangat yang dimiliki John Elkann dan keluarganya untuk klub ini.”
Ia menegaskan bahwa tim memiliki tanggung jawab besar untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam performa nyata di lapangan.
“Jelas bahwa kita bertanggung jawab untuk memberikan substansi dan kekokohan pada semangat itu, dengan menghormati masa lalu dan membangun masa depan pada tingkat yang sama, atau bahkan lebih baik.”
Secara statistik, performa Juventus musim ini memang menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama di Serie A 2024/2025.
Juve mengoleksi tiga poin lebih sedikit, mencetak gol lebih minim, kebobolan lebih banyak, serta terpaut lebih jauh dari puncak klasemen.
Sejak mengambil alih kursi pelatih, Spalletti baru mencatatkan dua kemenangan dari lima laga Serie A.
Rata-rata 1,6 poin per pertandingan menjadi catatan terburuk pelatih Juventus sejak era Luigi Delneri pada 2010–2011.
Meski demikian, kemenangan 2-0 atas Pafos di Liga Champions tengah pekan lalu memberikan sinyal positif, meski diraih dengan susah payah.
Spalletti menegaskan keyakinannya pada kualitas skuad yang dimiliki.
“Tidak ada yang bisa meyakinkan saya bahwa para pemain ini tidak bagus. Sebaliknya, saya yakin kita akan mengatasi keterbatasan ini,” ujarnya.
“Saya menerima peran ini karena saya percaya padanya. Saya telah melakukan pekerjaan ini selama bertahun-tahun, dan saya tahu itu tidak mudah. Saya terobsesi dengan gagasan untuk dapat mengubah dan meningkatkan kelompok ini,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh manajemen dan tekad kuat dari sang pelatih, Juventus kini berharap fase sulit ini segera berlalu dan digantikan dengan kebangkitan yang telah lama dinanti. (fin)
Editor : AA Arsyadani